Marshanda: Satu Hal yang Paling Menyakiti Perasaanku...

Kompas.com Dipublikasikan 09.31, 23/09/2019 • Kurnia Sari Aziza
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Artis peran Marshanda diabadikan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (23/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Adriani Marshanda memutuskan bercerai dengan Ben Kasyafani pada 23 April 2014.

Setelah bercerai, hak asuh putri Marshanda dan Ben Kasyafani, Sienna Ameerah Kasyafani, jatuh ke tangan sang ayah, Ben Kasyafani.

Hal yang disesalkan Marshanda adalah ketika dirinya tak lagi bisa hidup bersama buah hatinya, Sienna.

"Satu hal yang paling menyakiti perasaanku adalah saat aku kehilangan hak asuh Sienna," kata Marshanda saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/9/2019) seperti dilansir dari Grid.ID.

Meski demikian, di sisi lain, Marshanda merasa hal itu merupakan sebuah risiko dari keputusan yang diambilnya.

"Aku menghormati Ben dan itu keputusannya, karena memang dia yang aku gugat (cerai)," ujar perempuan yang akrab disapa Caca tersebut.

Marshanda juga mengaku tak menyesal atas keputusannya bercerai dari Ben.

"Saat aku memutuskan untuk bercerai (dengan Ben Kasyafani) tidak ada keraguan sama sekali dan tidak pernah menyesal sampai sekarang," ujar Marshanda.

Meski sudah bercerai dengan Ben, Marshanda masih bisa bertemu Sienna.

"Aku boleh ketemu sama Sienna pas weekend dan kalau weekday itu saat pulang sekolah," ucap Marshanda.

Marshanda kerap mengunggah fotonya bersama Sienna di akun instagram pribadinya.

Selain itu, foto-foto tersebut kerap diunggah dengan keterangan kerinduan pada sang anak yang sangat menyentuh.

Seperti contohnya pada Minggu (15/4/2018), Marshanda menulis sebuah puisi sedih berbahasa inggris pada akun Instagram-nya, @marshanda99.

Sebagai ibu, Marshanda merasa sedih dan bersalah karena tidak bisa selalu bersama dengan Sieena.

"What can I do/ I am guilty/ of losing you… What can I do/ I am guilty/ Not blaming my illness but that is my weakness…." tulis Marshanda.

"I got lost/ And nobody wins when they tried to save me from falling/ I had to fall. Says God/ And until today I cant see why I had to/ Cause it got me losing you," tulis dia lagi.

Marshanda, yang tenar saat memerankan karakter Lala dalam sinetron Bidadari itu merasa bersalah dan malu. Banyak orang berpendapat bahwa ia tidak bisa mengatasi penyakit mental yang dideritanya.

"And I miss you, everyday/ And I cry for you, everyday/ I am lost/ And in this case I am lost forever," tulis dia.

Melalui puisinya, Marshanda juga mengungkapkan kesedihannya melihat ibu-ibu lain yang bisa bersama anak-anak mereka.

"I am left with questions and tears/ I saw people around me/ Being allowed to be with their children/ Pushing me far away from the right self-concept I am supposed to have about myself/ Pushing me far away from seeing myself as a capable human being/ Capable of being a mother," tulisnya.

Dalam puisi itu, Marshanda merasa tidak punya harapan karena kehilangan putri tercinta.

Ia merasa tidak bisa memahami kehidupannya.

"God help me/ I am lost/ I am ashamed/ What are You trying to tell me?/ I am lost/ And everybody talks behind my back/ About how it is normal for me to lose/ How it makes sense," kata Marshanda.

Namun bagian akhir puisi itu, justru menyiratkan bahwa Marshanda berusaha berdamai dengan kondisinya. Sebab, perempuan yang akrab disapa Caca itu diketahui memiliki gangguan bipolar.

"So I just try to bear with the thought of living with my worst self/ The incapable human. The inadequate parent. The one nobody can trust/ And carry on/ And carry on/ And carry on," tulis Marshanda. 

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Tak Menyesal Bercerai dengan Ben Kasyafani, Hal Ini yang Justru Menyakiti Perasaan Marshanda

Penulis: Rissa Indrasty

Editor: Kurnia Sari Aziza

Artikel Asli