Manuver Solskjaer yang Buat Man United Kembali Garang di Liga Inggris

INDOSPORT.com Diupdate 06.41, 08/12/2019 • Dipublikasikan 06.41, 08/12/2019 • Editor: Abdurrahman Ranala

INDOSPORT.COM - Manchester United memenangi derby melawan Manchester City. Berikut manuver yang dilakukan Ole Gunnar Solskjaer di Liga Inggris. 

Klub sepak bola Manchester United sempat mendapat banyak kritikan karena performa yang naik turun di Liga Inggris. Manchester United sempat mengalahkan Chelsea 4-0 di pekan pertama. 

Namun Manchester United kemudian kehilangan banyak poin dan kalah dari tim-tim seperti Crystal Palace, West Ham, Newcastle, hingga Bournemouth. 

Desakan agar Ole Gunnar Solskjaer pun semakin kencang datang usai Manchester United bermain imbang dengan Sheffield United dan Aston Villa. 

Hasil buruk tersebut membuat Manchester United posisinya lengser ke peringkat ke-9 klasemen Liga Inggris. Tetapi ternyata Ole Gunnar Solskjaer mampu membuat gebrakan dalam dua pertandingan terakhir. 

Gebrakan pertama adalah saat mengalahkan Tottenham Hotspur yang saat ini dilatih oleh Jose Mourinho. Kemudian Ole Gunnar Solskjaer memberi kejutan dini hari tadi. 

Manchester United berhasil mengalahkan Manchester City dalam laga derby di kandang sang lawan. Nyatanya, ada sejumlah manuver yang dilakukan Solskjaer hingga Manchester United kembali tampil 'garang'. 

Perubahan Formasi 

Secara umum Ole Gunnar Solskjaer lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan 4-3-3 attacking sebagai dasarnya. Dari 16 laga yang dijalani Manchester United di Liga Inggris, 11 diantaranya menggunakan formasi 4-2-3-1. 

Dengan formasi tersebut, Manchester United menderita 3 kekalahan, 4 kali hasil imbang, dan meraih 4 kali kemenangan. 

Pada pertandingan melawan Tottenham Hotspur, Kamis (05/12/19) lalu, Ole Gunnar Solskjaer mengubah formasi menjadi 4-4-2 dengan dua holding midfielder atau 4-4-2 double 6. 

Ole Gunnar Solskjaer memasang Scott McTominay dan Fred untuk mengisi lini tengah Setan Merah. Formasi ini terbukti berhasil karena Manchester United mampu mengalahkan Tottenham Hotspur dan Manchester City. 

Maksimalkan Marcus Rashford 

Dalam strategi 4-4-2 double 6 yang dimainkan oleh Ole Gunnar Solskjaer, peran playmaker kini lebih banyak dilakukan oleh Marcus Rashford. 

Posisi Marcus Rashford dalam permainan berada di antara dua holding midfielder dan dua striker meski Rashford bermain lebih melebar. 

Pada pertandingan melawan Manchester City, Marcus Rashford dengan leluasa memberikan bola kepada Jesse Lingard dan Anthony Martial. 

Marcus Rashford juga bisa menusuk ke kotak penalti seperti yang ia lakukan pada menit ke-20 dan membuahkan penalti. Pada menit ke-25 Marcus Rashford juga bisa muncul dari tengah dan menerima umpan terobosan di dalam kotak penalti. 

Saat ini, Marcus Rashford menjadi top skor bagai Manchester United di Liga Inggris dengan torehan 10 gol ditambah 4 assist. 

Artikel Asli