Manchester United Amankan 4 Besar? Sejarah Membuat Mereka Tertekan

SINDOnews Dipublikasikan 15.04, 24/07/2020 • Shalahuddin
Manchester United Amankan 4 Besar? Sejarah Membuat Mereka Tertekan
Manchester United menghadapi laga hidup mati dalam perburuan tiket Liga Champions 2019/2020/Foto/The New York Times

Manchester United menghadapi laga hidup mati dalam perburuan tiket Liga Champions 2019/2020. The Red Devils tidak boleh kalah pada laga pamungkas Liga Primer 2019/2020 melawan Leicester City di King Power Stadium, Minggu (26/7/2020).

United tergelincir di kandang West Ham United, Rabu (22/7/2020). Hasil imbang 1-1 melawan pasukan David Moyes, membuat United harus minimal imbang melawan Leicester untuk finis 4 besar. (Baca juga: Juventus Masih Bisa Juara Tanpa Bermain vs Sampdoria, Begini Syaratnya).

United di peringkat 3 dengan 63 poin, setara dengan Chelsea yang dibungkam juara musim ini Liverpool 5-3. Sedangkan Leicester di peringkat 5 dengan 62 poin. Chelsea akan menjamu Wolverhampton Wanderers di Stamford Bridge. Leicester masih berpeluang ke Liga Champions jika mengalahkan United.

Mantan bek tengah United yang sejak 2018 membela Leicester, Jonny Evans, membahas pertempuran empat besar, yang hanya menyediakan dua tiket Liga Champions untuk tiga kontestan. (Baca juga: Peringatan Buat Liverpool, Liga Primer Musim Depan Tak Akan Mudah).

Menurut pemain kelahiran Belfast, Irlandia Utara, 3 Januari 1988, itu tekanan ada pada Manchester United dan Chelsea untuk lolos 4 besar. Ekspektasi dan tuntutan yang lebih besar menghinggapi United dan Chelsea karena sejarah megah mereka.

Leicester City tentu saja underdog dari tiga klub yang bersaing di 4 besar. The Foxes -julukan Leicester- harus mengalahkan United untuk menjamin tempat di empat besar. Namun, hasil imbang juga akan cukup jika Chelsea dikalahkan Wolverhampton. (Baca juga: Preview Final Coupe de France: Paris Saint-Germain vs Saint-Etienne).

"Banyak hal akan diingat pada pertandingan terakhir, itu sudah diisyaratkan, dan sekarang itu tergantung pada diri kami dan United," kata Evans kepada MUTV:

"Kami sama sekali tidak ada tekanan!" imbuhnya seraya tersenyum. "Dalam hal tuntutan lolos dan harapan, saya pikir, tekanan akan lebih banyak pada United dan Chelsea karena mereka menyandang sejarah klub."

"Pada awal musim, masuk ke kompetisi Eropa adalah target yang kami tetapkan. Kami sudah berhasil melakukan itu, kami masuk ke enam besar, dan apa pun setelah itu adalah bonus."

Leicester memiliki tiga hari ekstra untuk mempersiapkan pertandingan Minggu. Namun, Pasukan Brendan Rodgers harus memutar otak karena minimnya ketersediaan pemain. Tiga anggota reguler dari pertahanan -Ricardo Pereira, Caglar Soyuncu, dan Ben Chilwell- absen karena cedera atau suspensi.

Artikel Asli