Manajer Timnas Indonesia Sebut Skuad Garuda Tak Butuh Luis Milla

Kompas.com Dipublikasikan 07.47, 22/10/2019 • Angga Setiawan
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Luis Milla saat seleksi timnas U-22 Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemian sepak bola mengikuti seleksi pertama Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2017.

KOMPAS.com – Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menyatakan bahwa skuad Garuda tidak membutuhkan Luis Milla sebagai pelatih.

PSSI memang sedang didesak oleh pecinta sepak bola Tanah Air untuk mendepak Simon McMenemy dari kursi pelatih timnas Indonesia.

Nama Luis Milla pun kembali didengungkan para fans untuk mengambil alih jabatan Simon McMenemy.

Baca juga: Luis Milla Masih Punya Keinginan Latih Timnas Indonesia…

Akan tetapi, keinginan suporter untuk kembali mendatangkan Luis Milla ke Indonesia tentu tidak akan dengan mudah dipenuhi oleh PSSI.

Gaji yang tinggi menjadi salah satu kendala PSSI untuk kembali menunjuk Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan menuntut gaji sekitar kurang lebih Rp 2 miliar perbulan.

PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia tentu saja tidak sanggup membayar gaji Luis Milla yang dianggap terlalu mahal.

Akan tetapi, kabar terbaru menyebut bahwa Luis Milla bersedia menurunkan permintaan gajinya jika kembali diberi kesempatan melatih Timnas Indonesia.

Baca juga: Rumor Luis Milla Kembali Latih Timnas Indonesia, Ini Tanggapan PSSI

Sebelumnya, Luis Milla sempat didatangkan untuk menukangi Timnas Indonesia saat PSSI masih dipimpin Edy Rahmayadi pada awal 2017.

Eks pemain Barcelona dan Real Madrid itu dikontrak dua tahun dengan dua agenda yang harus dilewatinya dengan target tinggi.

Pertama, Luis Milla harus membawa timnas U-23 Indonesia mendapatkan medali emas pada SEA Games 2017 di Malaysia.

Akan tetapi, di bawah kepemimpinannya, skuad Garuda Muda hanya mendapatkan medali perunggu.

Baca juga: Exco PSSI Sebut Bisa Kembali Datangkan Luis Milla untuk Latih Timnas

Selain itu, Luis Milla juga diharapkan mampu membawa timnas U-23 Indonesia duduk di empat besar Asian Games 2018.

Prestasi itu juga tidak didapatkan lantaran timnas U-23 Indonesia hanya mampu mencapai babak 16 besar.

Melihat catatan itu, Sumardji menilai bahwa PSSI lebih baik bersikap realistis ketimbang mengikuti keinginan fans untuk mendatangkan Luis Milla yang belum tentu bisa mengangkat Timnas Indonesia.

“Kalau saya gak muluk-muluk, gak perlu pelatih dengan gaji tinggi tapi hasilnya begini-begini saja buat apa, realistis saja,” kata Sumardji, kepada awak media termasuk BolaSport.

Menurut Sumardji, pelatih yang cocok membesut timnas Indonesia adalah yang pernah membawa negara lain melaju ke Piala Dunia.

Sebut saja Thailand yang saat ini dilatih oleh pelatih asal Jepang, Akira Nishino, yang pernah membawa timnas Jepang melaju ke Piala Dunia 2018.

Sementara itu, prestasi terbaik Luis Milla adalah membawa timnas usia muda Spanyol meraih gelar juara Piala Eropa U-21 2011.

“Saya berikan gambaran bahwa pelatih timnas Indonesia harus pelatih yang pernah membawa timnya melaju ke Piala Dunia,” kata Sumardji.

“Pelatih timnas itu harus bisa membawa timnya ke Piala Dunia dengan hasil yang baik,” tutur mantan manajer Bhayangkara FC itu.

Baca juga: Sekjen PSSI Pastikan Simon McMenemy Dievaluasi

Meski begitu, Sumardji mengakui bahwa tidak masalah jika PSSI kembali mendatangkan Luis Milla, tetapi harus ada opsi lainnya.

“Secara pribadi saya punya gambaran yang simpel, mengapa harus jauh-jauh dengan harga yang mahal, tapi semua itu kembali ke PSSI,” kata Sumardji mengakhiri. (Agustinus Rosario)

Penulis: Angga SetiawanEditor: Tri Indriawati

Artikel Asli