Manajer Sebut Turah Parthayana dan Korban Sudah Dua Kali Adakan Pertemuan

Kompas.com Dipublikasikan 10.28, 06/08 • Ira Gita Natalia Sembiring
Shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer YouTuber Turah Parthayana, Jehian Penangian Sijabat mengatakan, Turah telah dua kali mengadakan pertemuan dengan JA, yang menjadi korban pelecehan Turah.

Untuk informasi, Turah dan JA adalah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia. 

Hal itu dikatakan Jehian melalui akun Twitter-nya yang dikutip Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Kata Jehian, pada pertemuan pertama dihadiri ketua Perhimpunan Mahasiswa Rusia (Pemira) Tomsk Rusia, Gokma Sahat Tua Sinaga yang menjadi mediator antara Turah dan JA. 

Baca juga: Manajer Sebut Turah Parthayana Tak Menyangkal Telah Lakukan Pelecehan

Saat itu, Turah telah meminta maaf kepada korban dan menerima beberapa sanksi.

"Pada pertemuan 1, TP TIDAK menyangkal/membantah sama sekali pengakuan JA, dan bersedia untuk menerima sanksi. Menurut Gokma dan TP, permohonan maaf dan penyesalan juga terjadi pada pertemuan 1," ujar Jehian.

Sanksi tersebut antara lain, Turah dikeluarkan dari struktur kepanitiaan yang sedang ia jalani serta mengundurkan diri dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI ) di Kota Tomsk.

Turah juga diminta berpindah kamar dan dilarang kontak dengan JA.

Turah pun memutuskan untuk sekaligus pindah dari asrama dan tinggal di apartemen. 

Baca juga: YouTuber Turah Parthayana Jadi Trending Twitter Usai Disebut Lakukan Pelecehan Seksual

Terakhir, dikeluarkannya surat pernyataan tentang pelecehan yang dilakukan Turah dan ditandatangani Gokma.

Yang kemudian surat itu akhirnya tersebar ke mahasiswa Indonesia di Rusia.

Kemudian,  JA meminta Turah untuk melakukan klarifikasi kembali dalam pertemuan mahasiswa Indonesia.

Dalam pertemuan kedua itu, Gokma menceritakan kronologi peristiwa pelecehan itu di hadapan Turah dan mahasiswa Indonesia lainnya. 

Baca juga: Kepada Ayu Ting Ting, Nikita Mirzani Singgung Kolaborasi YouTuber dengan Subscriber Banyak

Setelah kepindahan Turah dari asrama, dia memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan mahasiswa Indonesia di Tomsk sebagai tanda penyesalan dan mengasingkan diri. 

Penulis: Ira Gita Natalia SembiringEditor: Andika Aditia

Artikel Asli