Manajer Benarkan Turah Parthayana Lakukan Pelecehan Seksual: Saya Merasa Malu

INDOZONE.ID Dipublikasikan 04.42, 06/08 • Zega
Manajer Benarkan Turah Parthayana Lakukan Pelecehan Seksual: Saya Merasa Malu
Jehian Panangian Sijabat selaku manajer dari Turah Parthayana mengonfirmasi bahwa Turah melakukan pelecehan seksual.

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Vlogger dan YouTuber asal Bali, Turah Parthayana mengagetkan banyak orang. Para penggemar tidak menyangka kalau idolanya sampai hati melakukan perbuatan tercela tersebut.

Jehian Panangian Sijabat selaku manajer dari Turah Parthayana angkat bicara. Dia mengonfirmasi bahwa memang benar Turah Parthayana melakukan tindakan pelecehan seksual pada November 2019 silam.

Jehian mengunggah Surat Pernyataan dari Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga bahwa memang benar Turah Parthayana melakukan tindakan pelecehan seksual secara terencana dan disadari.

Turah disebut melakukan pelecehan seksual terhadap korban berinisial J pada hari Sabtu, 23 November 2019 silam. Pelecehan ini terjadi di kamar 430 asrama Parus.

Pada November 2019, Turah Parthayana tidak menyangkal pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan olehnya.

Hingga kemarin, aku tidak tahu kejadian ini. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil percakapan telpon aku dengan @sandi_sa119 , Gokma (ketua PPI Tomsk), dan Turah sendiri.

— Jehian Panangian Sijabat (@jehianps) August 6, 2020

Gokma mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi sosial kepada Turah Parthayana dan memberikan dukungan moral kepada korban.

Jehian menegaskan dia sangat membenci pelecehan seksual. Namun, menurutnya Turah bukanlah orang yang akan lari dari kesalahannya dan akan bertanggung jawab penuh terkait masalah ini.

Modus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Turah adalah mengajak korban, JA menonton film horor bareng di kamar.

Aku akan mulai dengan surat pernyataan ini. Nama korban saya sensor untuk melindungi nama baik. Surat ini dibuat beberapa hari setelah kejadian pengakuan pelecehan yang melibatkan TP (Turah) dan JA (korban). Surat ini menyatakan bahwa TP telah melakukan pelecehan terhadap JA. pic.twitter.com/b3cGgG1cy7

— Jehian Panangian Sijabat (@jehianps) August 6, 2020

"Setelah hari nonton bersama, JA mengaku telah mengalami pelecehan seksual oleh TP pada saat aktivitas menonton. Menurut pengakuan JA, TP melakukan 3 sentuhan seksual tanpa persetujuan JA," kata Jehian, Kamis (6/8/2020).

Ketika dilakukan pertemuan untuk mengklarifikasi isu ini, Turah Parthayana tidak menyangkal/membantah sama sekali pengakuan JA, dan bersedia untuk menerima sanksi.

Sanksinya adalah Turah dikeluarkan dari kepanitiaan yang sedang ia jalani (disertai dengan pengunduran diri dari PPI Tomsk). Selain itu, Turah juga harus pindah kamar dan dilarang melakukan kontak dengan korban, JA.

Pada akhirnya, menurut Jehian Turah pindah dari asrama dan tinggal di apartemen lain. Sanski selanjutnya adalah dikeluarkan surat pernyatan dan disebar ke mahasiswa Indonesia di Rusia.

"Menurut Gokma, pada pertemuan 1 TP menyesali perbuatannya, meminta maaf, dan bersedia melakukan sanksi dari pihak JA. Keesokan harinya, surat pernyataan tersebut disebar kepada mahasiswa Indonesia di Tomsk. (Gokma berkata seharusnya surat hanya beredar di Tomsk.)" lanjut Jehian.

Namun, korban merasa klarifikasi tersebut belum cukup dan mendesak dilakukan pertemuan mahasiswa Indonesia dengan jumlah yang lebih banyak. 

Pertemuan kedua diadakan dan disana Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga membeberkan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan Turah.

Di pertemuan kedua ini, Turah menerima uang ganti kacamatanya yang rusak karena sempat berkelahi dengan pacar korban. Turah juga meminta maaf kepada orangtua JA melalui Gokma.

Jika boleh saya simpulkan:

1. Turah telah melakukan kesalahan fatal, menerima tuduhan yang diarahkan padanya, bahwa dia melakukan pelecehan.

2. Pertemuan 1: pemberian sanksi keras terhadap TP & Penyebaran surat.

3. Pertemuan 2: TP diminta klarifikasi di hadapan para mahasiswa.

— Jehian Panangian Sijabat (@jehianps) August 6, 2020

"Setelah kepindahan TP, dia putus kontak dengan mahasiswa Indonesia di Tomsk  sebagai tanda penyesalan dan pengasingan diri." kata Jehian.

Turah, Gokma dan PPI juga membantah bahwa orangtua Turah memberikan ancaman kepada keluarga korban. Masalah ini awalnya tidak disebar di media sosial untuk melindungi korban.

Tapi, pada akhirnya korban memutuskan untuk membongkar kasus ini. Atas masalah ini, Jehian sebagai manajer merasa malu karena gagal mendidik anak asuhnya.

"Saya sebagai Manager dari TP merasa malu dan gagal mendidik talent saya, dan menyatakan penyesalan sama kepada pihak korban, terkhusus saudari JA. Saya merasa menyesal tidak mengetahui informasi ini lebih cepat." ujarnya.

Turah Parthayana disebut lakukan pelecehan seksual (Instagram/turahparthayana)

Meski begitu, Jehian menegaskan bahwa Turah Parthayana hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Namun, Turah tidak akan lari dari kesalahan dan bersedia menanggung semua sanksi.

Di sisi lain, Jehian meminta netizen memberikan semangat untuk korban yang berani berbicara mengenai kasus pelecehan seksual tersebut.

"Tolong berikan semangat dan dukungan kepada JA yang telah berani speak up berulang kali (di asrama, tomsk, hingga di kini di twitter). Must be real hard for her to do this, and we can’t judge the trauma she’s been through." tutup Jehian.

Artikel Asli