Malam Terakhir di Rinegetan

Kompasiana Dipublikasikan 21.06, 10/07 • Meidy Yafeth Tinangon
Foto: Seper Watu Rinegetan || Dokpri
Foto: Seper Watu Rinegetan || Dokpri

Foto: Seper Watu Rinegetan || Dokpri

Malam ini begitu syahdu, berselimut embun dingin yang merindu pagi. Secangkir kopi temani diriku nikmati malam terakhir di negeri Rinegetan.
Angin malam membawa cerita kisah jumpa di negeri kenangan. Kenangan tentang manusia-manusia tulus merajut benang persaudaraan. Kenangan tentang insan yang memangku senyum bersahabat. Kenangan tentang jejak karya yang terukir indah di sanubari. Kenangan tentang negeri berlimpah berkat kasih Ilahi.
Malam terakhir di Rinegetan, kuucap syukur dan membisikan sepenggal kata terima kasih kepada sang malam… 

*)Puisi ini telah tayang di www.meidytinangon.com

**) Rinegetan, adalah sebuah kelurahan di Tondano Kab Minahasa Sulawesi Utara, tempat saya dan keluarga tinggal selama 6 tahun. 

Penulis: Meidy Yafeth Tinangon

Artikel Asli