Mahasiswi Gantung Diri Jelang Pernikahan, Tulis Surat Minta Maaf Sudah Ingkar Janji Pada Bang Hendra

Tribunnews.com Dipublikasikan 11.36, 22/08/2019
Ilustrasi gantung diri

Calon Pengantin di Aceh Gantung Diri Pakai Jilbab Sehari Jelang Pernikahan, Tulis Wasiat Minta Maaf Sudah Ingkar Janji

TRIBUNNEWS.COM -- Perempuan yang kini berstatus sebagai mahasiswi sekaligus calon pengantin di Aceh Besar ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri pada Rabu (21/8/2019)

Lia Yulrifa (25) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah kontrakannya di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar

 

Padahal, Lia Yulrifa akan melangsungkan pernikahan pada 23 Agustus 2019

Lihat postingan ini di Instagram

INFO NUSANTARA: Sudah Dijodohkan Dan Mau Nikah 2 Hari Lagi, Mahasiswi Aceh Nekat Gantung Diri Gunakan Jilbabnya Sendiri. Wasiatnya "Mama Maafin Lia" Entah apa yang ada dalam benak Lia Yulrifa (25) hingga nekat mengakhiri hidupnya. Jasad gadis cantik sekaligus mahasiswi Fakultas Pertanian Unsyiah semester 13 asal Gampong Kuta Trieng Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya ini ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya di kawasan Menasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8/2019). Ironisnya, Lia gantung diri berbekal kain jilbab miliknya sendiri yang diikat kuat di kusen pintu kamarnya. Terdapat kursi plastik warna merah di dekat jasadnya yang sebelumnya digunakan korban untuk mengikatkan jilbab. Selembar surat wasiat juga tergeletak di atas kasurnya. Korban yang mengenakan kaos biru dan celana pendek tersebut ditemukan pertama kali oleh teman satu kamarnya Putri Eliza (19) adik sepupu korban yang juga mahasiswi UIN Ar-Raniry asal Nagan Raya sekira pukul 13.00 WIB. “Saya baru pulang ke rumah karena sejak sebulan terakhir saya tinggal di asrama UIN, Sedangkan dia (korban) tidur sendiri di rumah,” ujar Putri saat dihubungi wartawan melalui telepon.“Ketika membuka pintu rumah saya menemukan dia dalam keadaan tergantung di kosen pintu kamar,” tambahnya. Menurut keterangan Putri juga, korban saat ini sedang menyusun skripsi dan akan menikah di Nagan Raya dalam waktu dekat. Saat tergantung Lia dalam kondisi lidah tergigit dan celana basah karena terdapat kotoran. Korban juga meninggalkan surat wasiat di selembar kertas yang berbunyi "Mama Maafin Lia. Lia sudah buntu jalannya. Lia rasa ini jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan yang ada pada bang Hendra. Lia sudah ingkar janji sama mama dan bang hendra. Maafin lia Ma, Ayah, Adek kakak Eza Lia sayang kali sama Mama, Ayah dan Adek Lia Tapi Lia belum bisa membahagiakan kalian. Maaf" Korban Lia dikabarkan akan melangsungkan pernikahan pada 23 Agustus mendatang yang dengan pria yang sudah beristri bernama Hendra seperti tertulis dalam suratnya. Kapolsek Krueng Barona Jaya Iptu M Hasan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, dua hari lagi rencananya korban hendak melangsungkan pernikahan.

Sebuah kiriman dibagikan oleh NDOROBEII (@ndorobeii) pada 21 Agu 2019 jam 8:03 PDT

Kapolsek Krueng Barona Jaya Iptu M Hasan membenarkan rencana Lia Yulrifa akan menikah pada 23 Agustus 2019

"Informasi dari saksi pada 23 Agustus ini korban akan menikah," kata Iptu Hasan

Menurut Iptu Hasan, jenazah Lia Yulrifa pertama kali ditemukan oleh Putri Eliza

Putri Eliza merupakan mahasiswa asal Nagan Raya menemukan jenazah Lia Yulrifa saat hendak mencucik pakaian

"Kami menerima informasi ada seorang wanita yang gantung diri, sekitar pukul 13.10 WIB tadi. Lalu, kami langsung menuju ke lokasi dan memasang police line," kata Iptu Hasan.

Sementara itu berdasarkan keterangan Putri Eliza, dirinya datang ke rumah kontrakan Lia Yulrifa sekitar pukul 13.00 WIB untuk menyuci pakaiannya.

Kemudian Putri Eliza membuka pintu rumah yang dalam keadaan terkunci.

Setelahnya ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di bagian kusen pintu kamarnya.

Sontak Putri Eliza langsung memberitahu apa yang dilihatnya ke warga setempat serta perangkat gampong Meunasah Papeun.

Dijelaskannya bahwa, menurut keterangan saksi, saat kejadian Lia Yulrifa diduga hanya seorang diri di rumah kontrakannya.

Namun selama ini, Lia Yulrifa diketahui tinggal bersama dengan dua rekannya.

"Rumah yang dikontrak korban bersama temannya tersebut ada dua kamar. Tetapi, menurut keterangan saksi-saksi, pada saat kejadian itu korban seorang diri di rumah kontrakan tersebut," jelas Iptu Hasan.

Lebih lanjut ia mengatakan, Lia Yulrifa masih berstatus mahasiswi di satu fakultas di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Selain itu, polisi juga menemukan sepucuk surat di dekat jasad Lia Yulrifa.

Surat yang langsung beredar dengan cepat melalui WhasApp itu diduga milik Lia Yulrifa.

Berikut isi lengkap surat tersebut.

"Mama Maafin Lia.

Lia Sudah Buntu Jalannya.

Lia Rasa ini adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan yang ada pada bang hendra.

Lia sudah ingkar janji sama mama dan bang hendra.

Maafin Lia Ma, Ayah, Adek kakan Eza.

Lia sayang kali sama mama, ayah dan adek Lia, tapi Lia belum bisa membahagiakan kalian.

Maaf."

Dari foto isi surat yang beredar bertuliskan kata-kata yang diduga milik Lia Yulrifa dan ditulis oleh korban sebagai surat terakhirnya. (Foto Beredar di Group WhatsApp/Serambinews.com)
Dari foto isi surat yang beredar bertuliskan kata-kata yang diduga milik Lia Yulrifa dan ditulis oleh korban sebagai surat terakhirnya. (Foto Beredar di Group WhatsApp/Serambinews.com)

Pihak kepolisian pun belum berani memastikan apakah surat tersebut berkaitan dengan rencana pernikahan korban pada Jumat (23/8/2019).

Informasi yang beredar, Hendra yang tertulis dalam wasiat Lia Yulrifamerupakan calon suaminya

Jenazah Lia Yulrifa (25) gadis Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya yang ditemukan meninggal tergantung seutas jilbab di kusen pintu kamar rumah kontrakannya, di Lorong Tgk Diteupin Dusun Puklat, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8/2019) siang, malam harinya, langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Nagan Raya.

Pemulangan jenazah mahasiswi salah satu fakultas di Unsyiah, Banda Aceh itu ditemani oleh ayah, ibu dan saudaranya yang lain menggunakan mobil ambulans Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, setelah jenazah dimandikan di kamar jenazah rumah sakit pemerintah tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Krueng Barona Jaya, Iptu M Hasan yang dihubungi Serambinews.com, Kamis (22/8/2019) dini hari mengatakan, jenazah Lia Yulrifa sudah dibawa pulang ke Nagan Raya.

“Jenazah baru saja dibawa pulang oleh keluarganya menggunakan ambulans milik Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Iya, kira-kira baru sekitar pukul 23.30 WIB,” kata Iptu M Hasan.

Menurutnya, jenazah hanya divisum dan tidak diotopsi.

Artikel Asli