Mahasiswa Ini Bisa Raup Hingga Rp 10 Juta per Bulan dari Jualan Brownies

Merdeka.com Dipublikasikan 07.31, 09/08

                Eat Brownies. ©Dok. Pribadi Eat Brownies
Reinal Setiawan berniat membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya di salah satu universitas di Jakarta. Sebab, orangtuanya yang memiliki toko alat tulis tengah mengalami penurunan penjualan akibat pandemi virus corona.

Reinal Setiawan berniat membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya di salah satu universitas di Jakarta. Sebab, orangtuanya yang memiliki toko alat tulis tengah mengalami penurunan penjualan akibat pandemi virus corona.

Niatnya pun terwujud. Melalui bisnis brownies cheesecake yang diberi nama @eat.brow, Reinal mampu meraup Rp 5 - 10 juta per bulan.

"Saya bangun usaha ini karena dari dulu emang pengin jualan food and beverage. Selain itu, saya juga ingin bantu-bantu orangtua pakai duit sendiri karena mereka kan jalanin toko kalau hari biasa," kata Reinal saat dihubungi Merdeka.com

Untuk modal awal, mahasiswa tingkat akhir jurusan perhotelan ini tidak meminjam ke bank atau ke orangtuanya. Reinal memanfaatkan tabungan pribadi yang didapatkannya lewat memenangkan perlombaan memasak, projek memasak, sampai campaign product memasak untuk mengawali bisnisnya.

Dia mengaku, sebelum menjual produknya, dirinya harus melewati tahap percobaan atau trial and error. Sehingga, dia bisa mendapatkan produk terbaik yang akan disajikan ke para pelanggannya.

"Percaya sama produk yang mau kita jual itu penting. Sebenarnya, sekarang banyak sekali bisnis yang bergerak di Food and Beverage. Selain karena gampang dan bisa pakai home industry, banyak tutorial yang bisa kita dapatkan dari internet. Jadi, kita harus kreatif menjual sesuatu yang beda dan belum ada di pasar. Karena saya melihat spesialis cheesecake brownies belum ada, saya coba trial untuk bikin itu," imbuhnya.

Dia menambahkan, penyempurnaan resep tidak selesai dalam semalam. Niat untuk berbisnis bukan didasarkan oleh cuan semata, melainkan juga kepuasan pelanggan. "Keluarga saya sampai eneg makanin brownies hasil trial beberapa kali," candanya.

Saat memulai bisnis pada Maret 2020 lalu, Reinal menjual browniesnya melalui instagram maupun Whatsapp dengan sistem pre order (PO). Penjualan pertama, dia mampu menjual 36 brownies dengan pendapatan Rp 3 juta. Kemudian, dalam bulan pertama dia mampu menjual 152 brownies dengan pemasukan hingga Rp 11 juta.

Pamor @eat.brow yang masih seumur jagung memang membuat pesanan tidak tumbuh pasti. Saat perayaan lebaran kemarin, pesanan browniesnya mampu menyentuh angka 100 buah, tetapi ada kalanya dalam seminggu Reinal hanya melayani 10 pesanan brownies. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya pesimis. Setiap minggu, Reinal getol membuka open pre-order di Instagram bisnis maupun pribadinya.

"Tidak perlu takut sama pesaing, selama pembeli puas dengan produk dan service kita, mereka akan sewaktu-waktu kembali membeli produk," jelasnya.

Brownies yang dijualnya memiliki berbagai macam topping, di antaranya coklat, blueberry, speculoos, rum raisin, oreo, dan belgian chocolate. Dengan ukuran 22 x 10 cm, Reinal menjual brownies cheesecakenya dengan harga Rp 75-85 ribu per loyang.

Para pelanggan bisa menghubunginya melalui lama instagramnya bernama @eat.brow. Saat ini, pelanggannya sudah tersebar hingga ke luar kota dengan hasil penjualan bisa mencapai Rp 10 juta per bulan.

"Mungkin terbilang kecil ya kalau dibandingkan sama bisnis lain. Namun, untuk seorang yang masih harus membagi waktu antara kuliah dan jualan, segini udah berkali-kali lipat nutup uang jajan," katanya.

Reinal percaya kalau usaha-usaha besar berawal dari usaha kecil. Untuk ke depannya, dia akan mengembangkan @eat.brow menjadi wadah kolaborasi dengan tujuan mendukung sesama small business agar tetap bisa terus bertahan.

Reporter Magang: Theniarti Ailin

Artikel Asli