Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Kenali Gejala Covid-19 Varian Lambda

rri.co.id Dipublikasikan 06.20, 30/06 • Hanna Pratiwi

KBRN, Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian Covid-19 C.37 atau Lambda sebagai Variant of Interest (varian paling dipantau) usai ditemukan di sejumlah negara. 

Mengutip Express UK, Rabu (30/6/2021), National Health Service (NHS) Inggris menyebut beberapa gejala corona varian Lambda perlu diwaspadai adalah:

- suhu tinggi

- batuk terus menerus

- kehilangan atau perubahan pada indera penciuman atau perasa

Diketahui, berdasarkan laporan WHO, mutasi varian Lambda dapat meningkatkan penularan.

Senada dengan WHO, ahli virologi di Universitas Cayetano Heredia Lima yang telah melacak evolusi varian Lambda di Peru selama berbulan-bulan, Pablo Tsukayama mengatakan varian ini lebih cepat menyebar daripada strain yang dianggap lebih berbahaya. Bahkan mengalahkan gamma yang telah merajalela di Brasil.

Ia juga menekankan varian Lambda lebih mudah menular dan menyebar begitu cepat di Peru.

Sementara itu, Public Health England mengatakan bahwa saat ini tidak ada bukti varian Lambda menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin saat ini kurang efektif.

Varian Lambda pertama kali ditemukan di Peru pada bulan Agustus tahun lalu. Varian itu disebut telah menyumbang 82 persen kasus baru di negara tersebut.

Satu dari tiga kasus yang terkonfirmasi di Chili merupakan varian C.37.

Varian ini telah terdeteksi di 29 negara. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya di Amerika Latin seperti Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Meksiko dan Chili.

Di Chili 32 persen kasus varian Lambda terdeteksi dalam 60 hari terakhir.

Sebelum Lambda, ada empat virus lainnya yang paling dipantau WHO, yaitu Alpha, Beta, Gamma dan Delta

Artikel Asli