Ma'ruf: Ajaran Agama Sering Dimanipulasi untuk Kepentingan Duniawi

kumparan Dipublikasikan 05.14, 24/01 • Ananda Teresia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di CDI Eurasia Forum di Yogyakarta, Jumat (24/1). Foto: Nadia Riso/kumparan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut ajaran agama sering kali dipahami secara keliru, bahkan dimanipulasi demi kepentingan pribadi. Hal ini disampaikan Ma'ruf saat memberikan sambutan pada acara Centrist Democrat International (CDI) Eurasia Forum yang digelar PKB, Jumat (24/1).

Padahal, kata Ma'ruf, agama diturunkan ke dunia dengan membawa ajaran universal yang intinya memberikan pencerahan. Sayangnya, ajaran-ajaran tersebut sering dipahami secara keliru oleh sebagian kelompok.

"Agama-agama diturunkan ke dunia dengan membawa ajaran universal yang intinya adalah untuk memberikan pencerahan," kata Ma'ruf di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, Jumat (24/1).

"Namun dalam perkembangannya, ajaran agama sering dipahami secara keliru. Bahkan dimanipulasi untuk kepentingan duniawi tertentu sehingga menjadikannya sebagai sumber konflik dan perpecahan," lanjut Ma'ruf.

Karena itu, kata dia, nilai-nilai luhur agama tentang harmoni, kesetaraan, dan perdamaian perlu digaungkan kembali. Ma'ruf mengatakan hal tersebut penting dilakukan agar generasi muda dapat menikmati hidup dan masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan di acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2019. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Dalam Islam diajarkan tentang pemahaman agama yang moderat dan mengedepankan kasih sayang (rahmah), perdamaian (salâm), dan toleransi (tasâmuh) dalam hubungan antar-manusia. CDI, saya percaya, adalah rekan yang tepat untuk membangun jembatan saling pengertian, moderasi dan inklusivitas yang mendukung perdamaian dunia," jelasnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menjelaskan peranan Indonesia selama ini dalam menjaga dan mempertahankan toleransi. Di antaranya dengan melaksanakan dialog lintas agama hingga menginisiasi kegiatan Trilateral Ulema Meeting sebagai kontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan.

"Indonesia juga telah menginisiasi kegiatan Dialog Lintas Agama di berbagai forum internasional seperti ASEAN, Forum antarnegara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia atau MIKTA, Organisasi Konferensi Islam atau OKI dan UNAOC (YU-N-E-O-Ci), atau Aliansi PBB untuk Peradaban," pungkasnya.

CDI Eurasia Forum mengambil tema 'Eurasia: Tumpuan Baru Geopolitik dan Ekonomi Abad ke-21'. Sejumlah petinggi dan partai politik Eropa dan Asia menghadiri acara ini.

Artikel Asli