MPR: Semua Harus Bersatu, Karena Setelah Korona ada Resesi Ekonomi

Jawapos Diupdate 12.38, 09/04 • Dipublikasikan 12.38, 09/04 • Dimas Ryandi
MPR: Semua Harus Bersatu, Karena Setelah Korona ada Resesi Ekonomi

JawaPos.com – Pemerintah dan rakyat harus bersatu dan bergotong royong, karena pandemi Korona yang saat ini sedang merajalela barulah awal dari krisis. Sebab, kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, setelahnya akan berlanjut dengan resesi ekonomi.

“Dua bencana ini tak terelakan dan mau tak mau harus kita hadapi bersama. Pekan lalu, IMF menegaskan bahwa perekonomian global sudah memasuki tahap resesi. Sebab, seperti halnya di Indonesia, hampir semua negara menghentikan sebagian aktivitas perekonomian,” ujar Bamsoet di Jakarta.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4), Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan, skenario terburuk perekonomian nasional akibat wabah corona. Dimana perekonomian nasional hanya bisa tumbuh 2,3 persen, dari prediksi awal tahun 2020 yang 5 persen baik investasi maupun ekspor tumbuh negatif.

“Kalau selama ini hanya pemerintah yang menyuarakan kecemasan pada resesi ekonomi, kini semua dipanggil untuk peduli. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisasi ekses resesi ekonomi,” tegas Bamsoet.

Karenanya, Bamsoet mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi mewaspadai resesi ekonomi. Sambil tetap berfokus pada kerja merespons dampak wabah virus Korona, kepedulian dan respons bersama pada resesi ekonomi pun harus dimulai.

“Bencana beruntun ini akan bisa dilalui jika semua elemen masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kehendak baik menjaga kondusifitas. Sebab, kondusifitas menjadi kata kunci yang memampukan bangsa ini mengelola rangkaian masalah akibat wabah virus Corona dan resesi ekonomi,” tandas Bamsoet.

lebih lanjut, Mantan Ketua DPR RI ini menilai pemerintah sudah cukup tanggap dalam menghadapi resesi. Pemerintah telah berencana menerbitkan obligasi khusus, yang hasilnya akan disalurkan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja. Jumlah UMKM mencapai 62,9 juta unit usaha dan mampu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja.

Selain itu, kata Bamsoet, Presiden Joko Wiodo berjanji menyelenggarakan program padat karya tunai untuk memberi penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pandemi Covid-19.

“Akan ada beragam program padat karya, termasuk memproduksi masker, disinfektan, dan berbagai keperluan untuk menangani wabah Covid-19,” urai Bamsoet.

Bamsoet juga menegaskan, jika pemerintah telah berinisiatif, sektor swasta pun diharapkan kreatif dan berani berinisiatif pula. Kadin dan semua asosiasi pengusaha diharapkan segera merumuskan proposal tentang strategi menghadapi resesi ekonomi di sektor bisnisnya masing-masing.

Ia juga menyarankan, ketika pemerintah masih disibukan oleh kerja merespons wabah Korona, Kadin dan semua asosiasi pebisnis setidaknya mau pro aktif berkomunikasi dengan pemerintah. Misalnya, pemerintah tentu ingin tahu jalan keluar apa yang ada di benak para pemilik hotel dan pengelola obyek wisata untuk memulihkan sektor pariwisata.

“Butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bisa mengatasi pandemi Korona dan resesi ekonomi tersebut,” pungkas Bamsoet.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli