Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pimpinan Pesantren di Aceh Tenggara Diduga Perkosa Santri Bawah Umur

Ilustrasi pelecehan seksual Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kepolisian Daerah Aceh menangkap SA (37 tahun) pimpinan pesantren di Kabupaten Aceh Tenggara karena diduga memerkosa santrinya yang masih di bawah umur. Pemerkosaan diduga telah dilakukan lima kali.

"Pemerkosaan tersebut pertama kali terjadi pada Agustus 2021 dan yang terakhir pada 19 Januari 2022," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Winardy, kepada jurnalis, Sabtu (22/1).

Menurut Winardy, korban selama ini takut mengungkapkan apa yang ia alami karena pemerkosanya adalah pimpinan tempat ia menimba ilmu agama. "Korban juga merasa takut kepada orang tua dan saudaranya, serta malu dengan teman-temannya," ujarnya.

Ilustrasi pemerkosaan Foto: Shutterstock

Dugaan pemerkosaan lima kali tersebut, kata Winardy, 4 di antaranya dilakukan di kamar SA. Sementara satu kali lagi di sebuah vila di Aceh Tenggara.

"Pemerkosaan itu dilakukan sebanyak lima kali dengan modus yang sama, yaitu dengan menyuruh korban memijat pelaku yang juga seorang duda," katanya.

Kini SA ditahan di kantor Kepolisian Resor Aceh Tenggara. Ia dijerat dengan Qanun Hukum Jinayat. Informasi yang diperoleh acehkini, SA juga menjabat sebagai kepala salah satu lembaga setara dinas di Aceh Tenggara.

Artikel Asli