Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Bukan Spirit Doll, Ini Penampakan Ngeri Mumi Anak Asal Sisilia dari Tahun 1880

Mumi anak di Sisilia. (Foto: Tony Gentile/Reuters dan Fabrizio Villa/Getty Images)

Belakangan spirit doll atau boneka arwah tengah jadi tren di kalangan para selebritis tanah air. Namun, bila spirit doll tersebut sejatinya hanya boneka biasa, tidak dengan mumi yang dijuluki ‘boneka kecil hidup’ satu ini.

Mengutip Reuters dan abc news, mumi tersebut berasal dari Sisilia, Italia. Penampakannya pun kerap bikin ngeri, membuat mumi dari anak-anak tersebut mendapat julukan 'boneka kecil hidup'.

Adapun mumi-mumi itu ditemukan oleh peneliti di sebuah makam Sisilia, yakni Katakombe Capuchin, Palermo. Mereka kini berusaha mencari tahu penyebab banyaknya anak kecil yang dijadikan mumi dan dikubur di katakombe tersebut.

Mumi anak di Sisilia. (Foto: Tony Gentile/Reuters)

Studi mendalam mengenai mumi bocah tersebut dipimpin oleh Kirsty Squires, profesor bio-arkeologi di Universitas Staffordshire, Inggris. Saat ini, dari katakombe tersebut sudah ditemukan 41 dari total 163 mumi anak-anak yang terkubur.

"Kami ingin mempelajari kehidupan para individu ini, baik kesehatan, perkembangan, dan yang lainnya dan dari sana kami mau membandingkan data biologis dari segi yang lebih ke kebudayaan," ujar Squires.

Dari keterangan Squires, mumi ditemukan berpakaian lengkap, diletakkan di sebuah buaian dan kuris kecil, sementara terlihat pula tongkat digunakan untuk menahan berdiri tegak pada posisinya. Peneliti pun kini memeriksa pentingnya artefak-artefak tersebut.

Sedikit yang diketahui mengenai mumi anak-anak tersebut, yakni mereka dikubur dalam periode 1787-1880. Mereka adalah bagian dari koleksi mumi yang terkubur di Eropa, setidaknya sebanyak 1.284 tubuh.

Pengunjung melihat-lihat mumi di Italia. (Foto: Alessandra Tarantino / AP)

Tim peneliti menggunakan sinar x untuk memeriksa erupsi gigi dan tulang pada mumi-mumi tersebut. Metode itu dilakukan berdasarkan pertimbangan etik dan agar mumi tetap dalam kondisi semula tanpa adanya kerusakan.

Saat ini, diduga mumi setidaknya berasal dari keluarga kelas menengah. Sebab, diketahui ritual mumifikasi hanya dilakukan oleh keluarga-keluarga bangsawan, kelas menengah, dan pendeta.

"Jadi, kami tahu mereka bukan anggota masyarakat paling miskin, tapi hanya itu yang bisa dipastikan," ujar Squires.

Mengenai mumi viral itu, Squires kemudian menjelaskan bahwa mumifikasi mulai dipraktikkan di katakombe sejak sekitar tahun 1599 sampai awal abad 20, dilihat oleh kalangan kelas menengah sebagai cara menjaga persona mereka tetap hidup setelah mati. (bob)

Artikel Asli