Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Tak Hanya Tawarkan Bunga Tinggi, Penagihan Pinjol Ilegal Juga Sering Berkata Kasar

IDX Channel Dipublikasikan 23.24, 02/12/2021 • Rina Anggraeni
Tak Hanya Tawarkan Bunga Tinggi, Penagihan Pinjol Ilegal Juga Sering Berkata Kasar (FOTO:MNC Media)
Tak Hanya Tawarkan Bunga Tinggi, Penagihan Pinjol Ilegal Juga Sering Berkata Kasar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, penagihan yang dilakukan oleh pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal banyak dikeluhkan oleh banyak pihak. 

Sebab, proses penagihan yang dilakukan oleh pinjol ilegal melecehkan masyarakat. 

"Terkait pinjaman online ilegal yang begitu marak, kita risih dengan cara penagihan mereka yang kasar. Bahkan, mengandung unsur pelecehan,"kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (2/12/2021). 

Keberadaan pinjol ilegal membuat banyak nasabahnya rugi dengan bunga yang sangat tinggi. "Dengan suka bunga yang tinggi, Pinjaman online ilegal ini banyak merugikan masyarakat maupun nasabah," katanya 

Dia berharap perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) yang kian berkembang pesat di tanah air. Salah satunya, meningkatkan porsi pembiayaan terhadap pelaku memberikan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap menjadi korban pinjol illegal. 

"Kami ingin fintech juga memberi kesempatan lebih terkait pembiayaan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah," imbuhnya. 

Dia menambahkan, survei bank dunia memprediksi bahwa pada tahun 2070 indeks inklusi keuangan akan mencapai 68,52 persen, sedangkan untuk Indonesia ada pada angka 48,86 persen.  Menurut Menkeu, indikator ini menyoroti kebutuhan untuk mempercepat inklusi keuangan secara global.  

“Itulah sebabnya selama masa kepresidenan Indonesia (di G20) kami memasukkan pilar satu yaitu mempromosikan produktivitas dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan yang inklusif dalam agenda inklusi keuangan.  Ini juga akan fokus pada inklusi pembiayaan digital dan pembiayaan usaha kecil/menengah,” tandasnya

(SANDY)

Artikel Asli