Lukisan Purbakala Anoa Diburu Ditemukan di Gua Sulawesi Selatan, Dibuat 44.000 Tahun Lalu

Kompas.com Dipublikasikan 23.07, 15/12/2019 • Rachmawati
Maxime Aubert / PA WIRE
Sebuah lukisan di dinding sebuah gua di Sulawesi Selatan diketahui berumur 44.000 tahun.

KOMPAS.com - Sebuah lukisan di dinding sebuah gua di Sulawesi Selatan diketahui berumur 44.000 tahun.

Lukisan itu tampak memperlihatkan seekor anoa sedang diburu sekelompok figur setengah manusia dan setengah hewan dengan tombak dan tali.

Beberapa peneliti memperkirakan lukisan purbakala ini adalah kisah terekam yang tertua di dunia.

Lukisan gua tersebut terletak di situs Leang Bulu' Sipong 4 yang merupakan satu dari ratusan gua di daerah Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Museum Purbakala Sangiran, Tempat Belajar Evolusi Manusia

Temuan tersebut dimuat ke dalam jurnal Nature oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Indonesia bersama tim ppueneliti dari Universitas Griffith, Australia.

Adam Brumm - arkeolog dari Universitas at Griffith - pertama kali melihat lukisan itu dua tahun lalu setelah seorang kolega dari Indonesia mencabut sebuah pohon untuk mencapai lorong masuk gua.

"Foto-foto tersebut muncul di iPhone saya. Sepertinya saya meneriakkan kata makian sangat kencang," kata Brumm.

Lukisan di Sulawesi Selatan itu bukanlah yang tertua di dunia. Tahun lalu, sejumlah ilmuwan menyatakan telah menerima "lukisan paling tua buatan manusia" pada sebidang batu di Afrika Selatan yang berumur 73.000 tahun.

Baca juga: Warisan Benda Purbakala Bikin Cirebon Berpotensi Jadi Kota Wisata Sejarah

Apa yang ditampilkan lukisan itu?

Lukisan-lukisan itu terpampang dengan lebar hampir lima meter yang menampilkan anoa dan babi liar.

Di samping gambar-gambar hewan terdapat figur yang lebih kecil mirip manusia—tapi juga punya bagian tubuh hewan seperti ekor dan moncong.

Pada salah satu bagian, terdapat lukisan anoa yang diapit sejumlah figur memegang tombak.

"Saya belum pernah menyaksikan hal seperti ini," kata Brumm.

Baca juga: Sungai Mengering, Warga Temukan Benda yang Diduga Situs Purbakala

"Kami sudah melihat ratusan lokasi seni batu di kawasan ini, tapi kami tidak pernah melihat adegan perburuan," papar Brumm.

Para peneliti lain mempertanyakan apakah panel tersebut mengisahkan satu cerita. Mereka menduga lukisan di sana ada beberapa yang dilukis dalam periode yang lama.

"Apakah itu satu adegan dipertanyakan," kata Paul Pettitt, seorang arkeolog dan spesialis seni batu dari Universitas Durham kepada Nature.

Baca juga: Situs Purbakala Kawasan Keraton di Mojokerto Bisa Dikelola Pihak Desa

Cara mengetahui lukisan itu berumur 44.000 tahun

Tim peneliti menganalisa bebatuan yang disebut 'popcorn' yang membentuk pada lukisan di gua.

Uranium pada mineral perlahan berubah menjadi thorium, sehingga tim peneliti mengukur kadar isotop pada elemen-elemen ini

Mereka menemukan bebatuan pada lukisan babi mulai membentuk sedikitnya 43.900 tahun lalu dan bebatuan pada dua anoa setidaknya berumur 40.900 tahun.

Ada sedikitnya 242 gua atau tempat perlindungan dengan lukisan purbakala di Sulawesi dan tempat-tempat baru ditemukan setiap tahun.

Baca juga: Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Bagaimana jika dibandingkan dengan seni purbakala lain?

Lukisan di Sulawesi memang bukan yang tertua, tapi para peneliti menduga itu mungkin kisah terekam paling tua yang ditemukan.

"Sebelumnya, seni batu yang ditemukan di lokasi-lokas Eropa berumur sekitar 14.000 sampai 21.000 tahun lalu dianggap sebagai karya seni narasi tertua di dunia," sebut kajian itu yang dimuat Nature.

Lukisan di Sulawesi boleh jadi lukisan hewan tertua yang pernah ditemukan.

Tahun lalu, lukisan gua di Kalimantan—yang tadinya diperkirakan lukisan hewan tertua di dunia—diketahui berumur sedikitnya 40.000 tahun.

Baca juga: Situs Purbakala di Tol Pandaan - Malang Rusak, Tim Arkeolog Kesulitan Lacak Bentuk Aslinya

Dilansir dari pemberitaan BBC Indonesia pada 8 November 2018, Maxime Aubert, seorang akademisi dari Griffith University, Australia mengatakan lukisan sejumlah binatang yang diyakini sebagai yang tertua di dunia berhasil diidentifikasi dalam sebuah gua di Kalimantan Timur.

"Diperkirakan usianya sekitar 40.000 tahun dan saat ini merupakan karya seni figuratif paling tua yang sudah diketahui," kata Aubert.

Lukisan cadas tertua itu ditemukan di Lubang Jeriji Saleh, termasuk dalam area Karst Sangkulirang Mangkalihat di Kalimantan Timur, di ketinggian 320 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Lukisan Gua Tertua Ini Sama Canggihnya dengan Lukisan Modern

Karya-karya itu dianggap sebagai contoh lukisan figuratif tertua, yang menggambarkan benda-benda nyata seperti aslinya dan bukan dalam bentuk abstrak.

"Disebut sebagai yang tertua, karena rangkaian penanggalan terhadap obyek itu menggunakan metoda seri uranium yang dilakukan terhadap sampel kalsium karbonat," tambah Aubert dalam jumpa pers di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilansir dari BBC Indonesia.

Para peneliti belum yakin hewan apa yang dilukis di dinding gua di Kalimanan Timur tersebut. Diiduga  hewan yang diburu dalam lukisan itu adalah banteng yang saat ini juga hidup di wilayah Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Editor: Rachmawati

Artikel Asli