Luhut: Suka Tidak Suka Tiongkok Merupakan Kekuatan Dunia...

Kompas.com Dipublikasikan 01.03, 06/06 • Ade Miranti Karunia
KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konfrensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan kepada generasi milenial bahwa China memberikan pengaruh yang besar terhadap perekonomian global termasuk Indonesia.
Begitu pula dengan Amerika Serikat (AS), juga memberikan pengaruh lebih besar.
"Ekonomi Tiongkok ini hampir 18 persen berpengaruh kepada ekonomi global. Amerika pengaruhnya 25 persen. Jadi, Anda suka tidak suka, senang tidak senang bilang apapun Tiongkok ini merupakan kekuatan dunia yang tidak bisa diabaikan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Di Depan Ratusan Milenial, Luhut Klaim Ekonomi RI Dipuji Bank Dunia
Ia pun menyebut bahwa dalam Undang-Undang Dasar Negara, Indonesia diizinkan untuk menjalin komunikasi dengan negara lain serta membuka peluang kerja sama yang bertujuan memperkokoh perekonomian.
"Kita juga jangan berpikiran terlalu sempit. Karena UUD 45 menyatakan kita bebas aktif. Jadi kita harus bisa berhubungan ke semua negara dunia untuk membuat kita ini kuat," ucapnya.
Atas dasar tersebut, lanjut Luhut, maka tidak ada alasan bagi Indonesia tidak menjalin dengan negara lain.

Hal ini diungkapkan luhut mengomentari investor China yang kerap membawa TKA dari negeri tersebut di Indonesia.
"Jadi, tidak boleh kita memusuhi satu negara, dan juga nggak ada alasan kita bermusuhan," ujarnya.

Baca juga: Pesan Luhut buat Milenial: Jangan Hanya Jadi Sekrup!
Sebelumnya,  Luhut mengklaim, perjanjian investasi dari negara lain seperti Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, dan Tiongkok ke Indonesia, tidak ada pembatalan meski ada wabah corona. Hanya saja, ia mengakui terjadi kendala dalam pelaksanaan eksekusi investasi tersebut.

Penulis: Ade Miranti KaruniaEditor: Bambang P. Jatmiko

Artikel Asli