Luhut: Jokowi Telepon Pangeran UEA Bahas Bikin Vaksin Covid-19

SINDOnews Dipublikasikan 07.28, 14/08 • Rina Anggraeni
Luhut: Jokowi Telepon Pangeran UEA Bahas Bikin Vaksin Covid-19
Luhut mengatakan, Presiden Jokowi sudah melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melalui sambungan telepon membahas pengembangan pembuatan vaksin covid-19. Foto/Dok

Pemerintah terus mempercepat pengadaan vaksin covid-19 di Indonesia dengan menggandeng beberapa negra, dari mulai China hingga Uni Emirates Arab (UEA). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan pembicaraan dengan Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melalui sambungan telepon membahas pengembangan pembuatan vaksin covid-19.

"Jadi sebenarnya eksekusi kita ini yang paling penting. Karena hubungan dari Crown Prince Muhammad Bin Zayed dengan Presiden Jokowi, mereka telepon-teleponan, mereka bilang mau mencoba bikin. Saya bilang Pak Presiden, Pak kita harus dorong ini," kata Luhut saat pidato ilmiah secara virtual, Jumat (14/8/2020).

(Baca Juga: Erick Thohir: Vaksin Covid-19 Membuat Kita Tidak Terbebani dan Terjebak PSBB)

Sambung dia, hal ini menambah daftar negara yang melakukan kerja sama dengan Indonesia dalam pembuatan vaksin Corona, yakni Sinovac dan Sinopharm dari China, serta AstraZeneca dari Inggris. Selain itu untuk menjaga kemandirian, Indonesia juga membuat vaksin Merah Putih yang digarap anak bangsa.

"Hebatnya lagi, akibat ini sekarang kita mengembangkan juga vaksin Corona Merah Putih. Itu juga kajian-kajian anak bangsa juga," paparnya.

(Baca Juga: Erick Thohir: Tidak Ada Obat Corona Selain Vaksin Produksi Bio Farma)

Dia menambahkan, Covid-19 juga membuat Indonesia di desak untuk menerapkan lockdown agar mencegah penyebaran virus covid-19. Namun, hal itu tidak dilakukan, lantaran bisa membuat ekonomi nasional terpuruk.

"Saya katakan itu karena orang desakan mau lockdown. Kita kaji dan lihat, semua akhirnya sepakat jangan lockdown. Sekarang orang memuji kita tidak melakukan lockdown karena yang melakukan lockdown ekonominya ambruk," jelasnya.

Artikel Asli