Lontarkan Komentar Rasialisme kepada Lukaku, Pundit di Italia Dipecat

kumparan Dipublikasikan 17.27, 16/09/2019 • Ganesha Arif
Romelu Lukaku merayakan gol bersama Internazionale. Foto: AFP/Miguel Medina

Seorang komentator (pundit) sepak bola di Italia bernama Luciano Passirani melontarkan komentar bernada rasialisme terhadap penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku. Akibat komentar tersebut, Passirani dipecat dari stasiun televisi tempatnya bekerja.

Aksi rasialisme Passirani ini ia lakukan kala tampil on-air di kanal televisi khusus sepak bola bernama TopCalcio24. Passirani menyatakan bahwa ia menyukai Lukaku sebagai seorang pemain.

“Lukaku adalah perekrutan terbaik yang pernah diciptakan Inter. Saya tak melihat ada pemain sepertinya di Italia. Ia adalah salah satu penyerang yang paling kuat. Saya suka kepadanya karena ia sangat kuat. Ia seperti kembaran Duvan Zapata (penyerang Atalanta),” ucap Passirani.

Setelah itu, Passirani tiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang amat tidak pantas.

“Lukaku akan membunuh Anda dalam situasi satu lawan satu. Apabila Anda mencoba untuk melawannya, Anda akan tersungkur. Salah satu cara untuk menghentikannya adalah dengan memberikannya 10 pisang.”

Wajar saja apabila Passirani langsung dipecat setelah acara selesai. Direktur TopCalcio24, Fabio Ravezzani, menyatakan bahwa Passirani sempat meminta maaf. Namun, Ravezzani menegaskan bahwa stasiun televisi miliknya tak bisa menoleransi tindak rasialisme semacam itu.

“Passirani telah berusia 80 tahun, dan pujian yang ia berikan terhadap Lukaku menggunakan metafor yang ternyata bernada rasialisme. Saya pikir ia tidak sadar apa yang telah ia ucapkan. Namun, saya tak bisa menoleransi kesalahan seperti itu, bahkan apabila itu hanya sesaat,” ucap Ravezzani, dikutip dari *The Guardian. *

Bagi Lukaku, komentar Passirani ini menjadi pelecehan rasial kedua yang ia dapatkan semenjak bermain di Italia pada awal 2019/2020. Pada laga pekan kedua Serie A melawan Cagliari (2/9/2019), penggawa Timnas Belgia itu mendapat ejekan bernada rasialisme dari suporter lawan.

Kala itu, terdengar teriakan-teriakan serupa suara monyet dari tribune suporter Cagliari kala Lukaku tengah bersiap untuk mengeksekusi penalti. Hebatnya, Lukaku tak terpengaruh oleh ejekan tersebut. Pria berusia 26 tahun itu berhasil menuntaskan tugasnya, dan pada akhirnya Inter berhasil mengalahkan Cagliari dengan skor 2-1.

Secara keseluruhan, Lukaku berhasil beradaptasi dengan baik terhadap permainan Inter, sekaligus membungkam orang-orang yang mengejeknya. Dari tiga laga bersama Nerrazzuri, Lukaku mampu mencetak dua gol.

Artikel Asli