Lockdown dilonggarkan, gereja Nativity Bethlehem dibuka kembali untuk umat dan turis

Kontan.co.id Dipublikasikan 07.13, 26/05 • Handoyo

KONTAN.CO.ID - BETHLEHEM, TEPI BARAT. Gereja Nativity, Bethlehem, dibuka kembali untuk umat dan turis pada hari Selasa ketika pihak berwenang Palestina melonggarkan pembatasan akibat  coronavirus di Tepi Barat.

Di tengah kekhawatiran pandemi yang berkepanjangan, gereja membatasi akses ke 50 orang dan mengharuskan mereka bebas demam dan memakai masker pelindung. Tempat tersebut telah ditutup sejak 5 Maret, dan menjadi pukulan bagi industri pariwisata Bethlehem.

Baca Juga: Terpukul wabah corona, China perkuat undang-undang kesehatan masyarakat

“Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus memberi harapan kepada lebih dari 2.000 tahun yang lalu, dan membuka gereja hari ini saya pikir, memberi harapan kepada seluruh dunia bahwa semoga pandemi ini akan berakhir tidak hanya di Palestina tetapi di seluruh dunia,” kata Menteri Pariwisata Palestina Rula Ma'ayah kepada Reuters.

Betlehem adalah salah satu daerah di mana Palestina menjalankan pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat, di bawah pendudukan Israel. Ada 423 kasus koronavirus yang tercatat dan dua kematian di Tepi Barat.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan masjid, gereja dan bisnis akan dibuka kembali pada hari Selasa dalam pelonggaran pembatasan anti-pandemi, mengingat lambatnya infeksi. 

Baca Juga: Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan

Pembukaan kembali rumah ibadah, toko-toko dan pabrik bertepatan dengan hari terakhir liburan Idul Fitri menandai akhir bulan puasa Ramadan. “Hari ini adalah Idul Fitri besar untuk Betlehem dan untuk orang percaya,” kata Uskup Theophylactos, kepala Gereja Ortodoks Yunani di Betlehem.

Doa-doa Muslim di kompleks masjid al-Aqsa Yerusalem juga diperkirakan akan dimulai lagi akhir pekan ini setelah jeda hampir dua bulan, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan pekan lalu oleh para pejabat Wakaf keagamaan Palestina.

Artikel Asli