Ledakan Beirut, Mia Khalifa Marah Besar kepada Pemerintah Lebanon

Liputan6.com Diupdate 06.20, 05/08 • Dipublikasikan 06.20, 05/08 • Ratnaning Asih
Mia Khalifa (Instagram/ miakhalifa)
Mia Khalifa membagikan sejumlah video mengenai kondisi di Beirut pascaledakan. (Instagram/ miakhalifa)

Liputan6.com, Los Angeles - Ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat, membuat Mia Khalifa sangat emosional. Pasalnya, Beirut adalah kampung halaman wanita 27 tahun tersebut.

Tak hanya mengungkap kesedihan, Mia Khalifa marah besar kepada pemerintah Lebanon. Hal ini ia ungkap dalam sejumlah unggahan di Instagram pribadinya.

"P*rs*tan dengan pemerintah dengan p*rs*tan dengan baba mereka juga," tulis Mia Khalifa di salah satu unggahannya. Mantan bintang film dewasa ini juga mengungkap kondisi di Beirut yang ia sebut telah bermasalah, bahkan sebelum terjadinya ledakan.

Kondisi Beirut

Kondisi bangunan setelah ledakan besar di Beirut, Lebanon, Selasa, (4/8/2020). Ledakan besar tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang. (AFP Photo/Anwar Amro)

"Untuk memberi perspektif, hari ini saja, hari ini Beirut mendapat listrik selama tiga jam. Tiga jam!" tuturnya.

"Minggu lalu total listrik yang didapat Beirut selama 20 jam. Rumah sakit yang tersisa beroperasi dalam kegelapan. Setiap pemimpin politik harus mundur, atau harus dimakzulkan, cara yang mana pun. Tak mungkin orang bisa hidup seperti ini," tuturnya. 

Dalam unggahan ini Mia Khalifa juga menuliskan, "Aku memilih revolusi. Serahkan Lebanon kembali kepada rakyat."

Sekadar informasi, saat ini Lebanon memang tengah mengalami krisis ekonomi yang parah.

Kekacauan di Beirut

Unggahan Mia Khalifa (Instagram/ miakhalifa)

Di unggahan lain, Mia Khalifa menunjukkan kepingan video yang memperlihatkan bangunan di dekat pelabuhan Beirut yang luluh lantak.

Ia menyertai unggahan ini dengan tulisan, "Seluruh kota dalam kekacauan luar biasa, dan pemerintah mereka gagal dalam segala hal."

 

Tuduhan Mia

Setelah ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim menyatakan ledakan tersebut berasal dari 2.700 ton amonium nitrat yang telah ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan. (AP Photo/Hassan Ammar)

Tak hanya itu, Mia Khalifa juga menuduh penyebab ledakan yang sebenarnya ditutup-tutupi oleh pemerintah.

"Sudah 11 jam dan 36 menit sejak ledakan di Lebanon pada 6:14 sore, tak ada pemimpin politik yang mengucapkan apa pun selain pernyataan awal bahwa ini adalah 'kembang api'," kata Mia Khalifa dengan berapi-api.

Ia bahkan menuding bahwa ledakan disebabkan karena senjata milik Hizbullah. "Hizbullah berbohong kepada warga Lebanon, menyembunyikan peledak di tanah kami, mengatakan ledakan terjadi karena KEMBANG API," tulisnya.

Patut dicatat, sebelumnya Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim, mengungkap pemicu ledakan dahsyat itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika, seperti diwartakan Aljazeera

Ajak Berdonasi

Setelah ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim menyatakan ledakan tersebut berasal dari 2.700 ton amonium nitrat yang telah ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan. (AP Photo/Hassan Ammar)

Selain menuangkan kemarahannya, Mia Khalifa juga membagikan sejumlah video mengenai kondisi di Beirut, berikut tautan yang bisa dirujuk untuk membantu warga terdampak ledakan.

"Kumohon, teruslah berbagi dan berdonasi. Dampaknya sangat cepat, Palang Merah akan menerima donasinya pada hari ini," tulis Mia Khalifa dalam salah satu unggahan tentang tautan donasi.

Artikel Asli