Ledakan Beirut Ciptakan Kawah Sedalam 43 Meter

SINDOnews Dipublikasikan 11.14, 09/08 • Victor Maulana
Ledakan Beirut Ciptakan Kawah Sedalam 43 Meter
Seorang pejabat Lebanon menyatakan, ledakan besar yang mengguncang pelabuhan Beirut, menghancurkan sebagian besar kota dan merenggut lebih dari 150 nyawa, telah menciptakan kawah yang cukup besar. Foto/REUTERS

Seorang pejabat Lebanon menyatakan, ledakan besar yang mengguncang pelabuhan Beirut, menghancurkan sebagian besar kota dan merenggut lebih dari 150 nyawa, telah menciptakan kawah yang cukup besar. Pejabat itu menyebut ledakan tersebut meninggalkan kawah sedalam 43 meter.

"Ledakan di pelabuhan meninggalkan lubang sedalam 43 meter," kata pejabat itu, mengutip laporan para ahli Prancis yang melakukan penilaian di daerah bencana, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (9/8/2020).

(Baca juga: Ledakan di Beirut Bisa Jadi Pelajaran bagi Indonesia Simpan Bahan Peledak)

Ledakan pada hari Selasa, yang dirasakan di seluruh wilayah dan sejauh pulau Siprus, dicatat oleh sensor American Institute of Geophysics (USGS). Menurut USGS ledakan itu memiliki kekuatan gempa 3,3 skala Richter.

Itu dipicu oleh kebakaran di gudang pelabuhan, di mana ribuan ton amonium nitrat, bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pupuk atau sebagai bahan peledak, telah mendekam selama bertahun-tahun, menurut pihak berwenang.

Ledakan besar itu juga melukai sedikitnya 6.000 orang dan membuat lebih dari 300 ribu orang mengungsi dari rumah mereka yang hancur atau rusak. (Baca juga: Turki Siap Bangun Kembali Pelabuhan Beirut yang Hancur oleh Ledakan)

Pengungkapan bahwa bahan kimia telah mendekam selama bertahun-tahun seperti bom waktu yang berdetak di jantung ibu kota telah menjadi bukti yang mengejutkan bagi banyak orang Lebanon tentang kebusukan di inti aparatur negara.

Artikel Asli