Lebih dari 30 Tahun Berlalu, Polisi Korsel Ungkap Pelaku Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong

Kompas.com Dipublikasikan 08.56, 19/09/2019 • Agni Vidya Perdana
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi sel tahanan. (THINKSTOCKPHOTOS)

GYEONGGI, KOMPAS.com -Kepolisian Korea Selatan dikabarkan telah membuat kemajuan dalam kasus "Pembunuhan Hwaseong" yang mengejutkan negara itu pada tahun 1980-an.

Kasus "Pembunuhan Hwaseong" adalah serangkaian pemerkosaan dan pembunuhan dengan korban 10 perempuan berusia antara 13 hingga 71 tahun yang terjadi antara 15 September 1986 hingga 3 April 1991 di pedesaan dekat Kota Hwaseong, Provinsi Gyeonggi.

Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di desa-desa dengan penduduk yang jarang.

Sebagian besar korban ditemukan di lorong-lorong atau di sawah yang remang-remang. Diduga para korban diserang saat dalam perjalanan pulang.

Setelah lebih dari 30 tahun, penyelidikan yang dilakukan akhirnya mengarah pada seorang tersangka pelaku serangkaian kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu.

Dilansir Korea Herald, pejabat dari Kantor Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, pada Rabu (19/9/2019), mengatakan bahwa mereka telah mempersempit tersangka utama pelaku.

Pihak kepolisian mengungkapkan, DNA yang dikumpulkan dari pakaian para korban dalam kasus pembunuhan berantai itu cocok dengan satu orang tersebut.

Tersangka disebut merupakan seorang pria berusia 50-an yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena kasus pemerkosaan dan pembunuhan lainnya.

Tak disebutkan berapa lama masa hukuman yang sedang dijalani terasngka saat ini dan kasus apa yang menjeratnya.

"Pada Juli tahun ini, kami mengirimkan sebagian bukti ke Badan Forensik Nasional (NFS), yang hasilnya menunjukkan bahwa DNA tersangka cocok dengan setidaknya dua dari 10 kasus," kata pejabat itu.

Usai penemuan terbaru itu, tim investigasi baru dibentuk dan mengirimkan sisa bukti terkait ke NFS untuk dilakukannya pengujian lebih lanjut.

Namun tersangka tersebut dikhawatirkan tidak akan dapat diadili atas kasus pembunuhan berantai itu.

Hal tersebut lantaran berdasarkan Hukum Acara Pidana saat kejahatan itu terjadi membatasi masa berlaku kasus itu habis pada 2006.

Kepolisian telah berupaya memperpanjang penyelidikan selama bertahun-tahun dan berusaha mengakhiri kasus pembunuhan paling keji dalam sejarah itu, tetapi tidak membuahkan hasil.

Kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan ini telah diangkat menjadi film pada 2003 dengan judul "Memories of Murder" yang disutradarai oleh Bong Joon-ho dan dibintangi aktor Song Kang-ho.

Penulis: Agni Vidya Perdana

Editor: Agni Vidya Perdana

Artikel Asli