Layangan Tersangkut di Pesawat Citilink yang Akan Mendarat

Kompas.com Dipublikasikan 04.36, 24/10 • Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Layang-layang yang menyangkut di landing gear sebelah kiri pesawat Citilink pada Jumat 23 Oktober 2020. (Foto dokumentasi PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah layangan yang memiliki lebar sekitar 50 sentimeter tersangkut di landing gear pesawat Citilink.

Beruntung, pesawat masih bisa mendarat di Bandara International Adisutjipto Yogyakarta.

Peristiwa ini diketahui setelah pesawat mendarat di Bandara.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya, kemarin saya mendapat laporan dari Citilink," ujar Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Adapun layangan yang tersangkut pesawat itu terjadi pada Jumat (23/10/2020), sekitar pukul 16.48 WIB.

Pesawat awalnya berangkat dari Bandara International Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara International Adi Sutjipto Yogyakarta.

Saat akan tiba di Bandara Adi Sutjitpto, pilot melihat banyak layangan.

"Saat di final approach, ketinggian kira-kira 1.000feet, itu kira-kira areanya di fly over Janti agak ke Barat lagi, kira-kira ketinggian 200 meter. Memang pilot melihat banyak layang-layang di sana," ucap Agus.

Baca juga: Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Pilot kemudian melaporkan ke petugas tower Bandara Adi Sutjipto, bahwa banyak layangan.

"Tapi kan sulit dihindari, karena di situ kan lintasan pesawat, dari tower juga sudah mengingatkan. Nah ternyata pada saat mendarat ditemukan layang-layang menyangkut," kata dia.

Menurut Agus, layang-layang tersebut menyangkut di landing gear sebelah kiri pesawat Citilink.

Pesawat itu membawa 54 penumpang.

"Menyangkut di landing gear sebelah kiri, layang-layangnya cukup besar," kata Agus.

 

Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi pesawat.

Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya kerusakan pada bagian pesawat.

"Sudah dilakukan pengecekan oleh tim teknik dari Citilink dan dinyatakan pesawat masih layak terbang," kata dia.

Agus mengatakan, layang-layang maupun balon udara sangat berbahaya apabila tersangkut di pesawat.

Terutama, apabila menyangkut di propeller pesawat.

Sebab, propeller merupakan penggerak agar pesawat bisa terbang.

Untuk itu, Agus mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang, apalagi di seputar bandara.

"Yang di seputar bandara harus paham, jika layang-layang berbahaya untuk pesawat," kata Agus.

Agus menuturkan, pihaknya tak henti untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di sekitar bandara.

Selain itu, pihaknya juga mengajak aparat desa untuk bersama-sama melakukan pengawasan.

"Pihak kita sudah keliling untuk memberi tahu aparat desa setempat, untuk ikut mengawasi kalau ada yang menerbangkan layang-layang," kata dia.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli