Lantik Pejabat Baru, Mentan SYL: Tidak Boleh Korupsi dan Harus Melayani

SINDOnews Dipublikasikan 16.43, 06/08 • Sudarsono
Lantik Pejabat Baru, Mentan SYL: Tidak Boleh Korupsi dan Harus Melayani
Kementan melakukan penyegaran organisasi pada pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kementan. Foto/SINDO/Sudarsono

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penyegaran organisasi pada pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama lingkup Kementerian Pertanian. Dalam penyegaran ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan yang sebelumnya ditempati Ketut Diarmita digantikan oleh Nasrullah.

Selain Nasrullah, Kementan juga mengangkat Zulkifli sebagai Pj Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Muchlis sebagai Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Akhmad Musyafak sebagai Pj Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian serta Gunawan sebagai PJ Sekretaris Direktorat Sarana dan Prasaran Pertanian. (Baca: Kementan Pastikan Perunggasan Nasional Masih Stabil)

Nama berikutnya yang juga ikut dilantik adalah Priatna Sasmita sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Muhammad Taufik Ratule sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Agus Susanto sebagai Pj Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan serta Maidaswar sebagai nama terakhir yang menempati posisi Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo langsung meminta para pegawainya untuk bekerja lebih ekstra. Dia berharap, dengan jabatan ini sektor pertanian mampu mencapai hasil maksimal.

"Saya berpesan agar kalian mampu mengembangkan sumber daya yang kita miliki dan menjalankan organisasi ini secara maksimal. Semoga pengabdian saudara menjadi ladang amal, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," ujar Mentan, Kamis (6/8/2020). (Baca juga: Erick Thohir: Rangkap Jabatan di BUMN Jangan Dilihat Pakai Kacamata Kuda)

Menurut Mentan, setiap jabatan tidak akan berarti apa-apa jika dalam kenyataannya abdi negara tidak mampu memberikan kontribusi maksimalnya terhadap kemajuan bangsa.

"Jabatan itu hanya datang dari Tuhan. Bahwa segalanya sudah jadi takdir kalian. Tapi seorang pejabat bukan untuk berleha-leha. Ini amanah dari Allah, dari Tuhan. Karena itu, jabatan adalah daki-daki yang melekat, bukan sesuatu yang luar biasa. Besok pasti habis. Justru yang jadi soal adalah kita semua akan mengakhiri jabatan ini degan kondisi apa? Saya minta pertanian kita jauh lebih hebat lagi," katanya.

Mentan berharap, produksi pertanian mampu melesat dalam posisi maksimal, terutama dalam menyambut hadirnya kuartal III. Dia ingin semua subsektor pertanian memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Di kuartal II ini tanaman pangan keluar sebagai pemenang. Tapi saya minta di kuartal III hortikultura dan yang lainnya harus memperlihatkan energinya. Sekali lagi tolong pertajam arah kerjanya. Kemudian ambil keputusan cepat dan jangan biarkan orang kelaparan," katanya. (Baca juga: Kelaparan, Rakyat Kim Jong-un Disuruh Makan Terrapin)

"Saya minta kalian kerja dengan fokus dan disiplin. Kalian harus tau langkah langkah kerja kongkritnya. Hebat itu kalau kalian fokus. Fokus itu artinya kalian tidak main-main. Tidak boleh korupsi dan harus melayani," tutupnya.

Artikel Asli