Lampard Tanggapi Roy Keane: Pelatih dari Inggris Tak Bebas dari Kritik

kumparan Dipublikasikan 11.49, 21/01/2020 • Ganesha Arif
Frank Lampard di laga Chelsea vs Ajax. Foto: REUTERS/David Klein

Pundit Sky Sports sekaligus legenda Manchester United, Roy Keane, mengeluarkan pernyataan yang menarik. Keane menyiratkan bahwa pelatih Chelsea, Frank Lampard, mendapatkan perlakuan yang berbeda karena ia berasal dari Inggris.

Keane sebenarnya tengah berdebat dengan pundit lainnya, Jamie Carragher, menyoal pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer. Menurut Keane, kritik yang datang kepada Solskjaer kelewat batas, dan pria asal Norwegia itu harus mendapatkan kesempatan lebih buat melatih United.

Nah, di tengah perdebatan itu, Keane tiba-tiba membawa nama Lampard. Pria asal Irlandia itu, dengan nada sarkastik, menyatakan bahwa Lampard tak mendapatkan kritik sebesar Solskjaer karena sang pelatih Chelsea itu berasal dari Inggris.

“Saya melihat Chelsea (melawan Newcastle), tim yang baik, tetapi tak mampu menyelesaikan tugas mereka. Lampard sudah kalah delapan kali, tetapi ia adalah pelatih yang tepat buat Chelsea, kan? Ia bukan pelatih yang tepat buat Chelsea, tetapi, ya, beri dia waktu,” kata Keane.

Menariknya, subjek yang dibawa-bawa oleh Keane sadar akan perdebatan ini. Lampard kemudian menyatakan bahwa dirinya tak bebas dari kritik.

“Saya suka menonton Keane karena ia sangat bergairah dan to the point. Namun, menjadi pelatih asal Inggris tak membuat Anda bebas dari kritik. Sebaliknya, ketika saya mendapatkan pekerjaan di Chelsea, banyak yang memandang remeh saya karena saya masih muda, saya berasal dari Inggris, dan hanya memiliki pengalaman satu tahun bersama Derby County,” kata Lampard, dilansir situsweb resmi Chelsea.

Meskipun membantah ucapan Keane soal kritik, Lampard tampak sepakat mengenai waktu yang dibutuhkan oleh pelatih. Menurut pria berusia 41 tahun itu, pelatih memang membutuhkan waktu lebih, setidaknya dari setahun, untuk membangun tim.

Sudah bukan rahasia bahwa Lampard mendukung ide seperti itu. Lampard tak hanya meminta waktu untuk dirinya di Chelsea, tetapi juga Mikel Arteta di Arsenal, dan tentu saja Solskjaer di United. Namun, yang dijadikan contoh oleh Lampard adalah Juergen Klopp, yang kini sukses dalam tahun keempatnya di Liverpool.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard. Foto: REUTERS/Scott Heppell

“Anda butuh waktu untuk menjadi pelatih. Pemain muda butuh waktu untuk berkembang. Tim rekrutmen akan menentukan dalam dua jendela transfer. Dari situ semua, barulah kami bisa sukses.”

“Lihat Juergen Klopp. Dia butuh empat tahun untuk membangun tim yang luar biasa. Liverpool adalah gabungan dari pemain-pemain muda, pencarian bakat yang fantastis, dan pembelian besar yang datang di waktu yang tepat. Yang Klopp miliki adalah waktu dan kesempatan untuk membawa pemain yang tepat, dan mengimplementasikan permainannya,” pungkas Lampard.

-----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

Artikel Asli