Lama Mengurung Diri, Rambut Wanita Ini Jadi Sarang Tikus

Keepo.me Dipublikasikan 09.38, 24/01 • Mabruri Pudyas Salim

Meski mengurung diri, wanita ini tetap bisa mengetahui informasi di luar dusunnya.

Hidup sebatang kara jelas bukan perkara yang bisa dikesampingkan. Seseorang yang hidup sendiri biasanya rentan dengan perasaan kesepian, bahkan jika itu bisa berlanjut dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan stres.

Sebagai makhluk sosial, manusia pastinya juga membutuhkan interaksi dengan manusia lain, untuk berbagai kepentingan, seperti berbagi pengetahuan, tolong menolong, dan lain sebagainya. Namun pengalaman berinteraksi dengan manusia lain tampaknya sudah lama sekali tidak dirasakan oleh Sukiyah.

Dilansir dari Kompas.com (24/01/2020), perempuan 50 tahun ini tinggal sebatang kara di sebuah rumah yang hanya beralas tanah dan berdinding papan. Hanya kegelapan yang menjadi teman Sukiyah di dalam rumah yang sangat sederhana ini.

www.todayonline.com
www.todayonline.com

Ibunya sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Sementara itu, adiknya telah menikah dan tidak pernah pulang dan memberikan kabar. Keadaan ini diperparah dengan kondisi Sukiyah yang sudah tidak dapat melihat sejak usianya lima tahun.

Kala itu, Sukiyah mengalami demam tinggi hingga kejang, dan akhirnya dia kehilangan penglihatannya. Meski begitu, Sukiyah masih dapat melakukan aktivitasnya layaknya orang kebanyakan. Bahkan dia begitu aktif membantu orangtuanya berkebun.

"Sukiyah mulai bertingkah aneh dan jadi pendiam sejak umur 10 tahun," kata paman Sukiyah, Suramto, Kamis (23/1/2020).

Setelah itu Sukiyah mulai memiliki kebiasan untuk mengurung diri dan enggan untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan selama bertahun-tahun dia hanya tinggal di dalam rumah saja.

3.bp.blogspot.com
3.bp.blogspot.com

Setelah ibunya meninggal, kondisinya jadi semakin parah. Bahkan dia sempat tidur di teras rumah. Warga lantas memasukkan Sukiyah ke dalam rumah setiap malam menjelang, lalu mengunci pintunya dari luar.

"Itu agar dia tidak keluar rumah, karena tidak ada yang mengawasi," terangnya.

Rumah Sukiyah berlokasi di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Warga setempat sempat berinisiatif mengaliri rumah ini dengan listrik dari masjid terdekat. Namun lampu yang menyala selalu dirusak oleh Sukiyah, sehingga rumahnya selalu gelap gulita ketika malam.

Beruntung keberadaan Sukiyah diketahui oleh Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Salatiga, Ardian, yang menemukannya berdasar cerita sesama relawan pada Rabu (22/1/2020). Menurut pengakuan Adrian, ketika ditemui pertama kali, Sukiyah berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

"Dia hampir tidak pernah bicara dengan orang lain, tapi saya lakukan pendekatan dan ngomong pingin susu," jelasnya.

asset.kompas.com
asset.kompas.com

Diperkirakan, Sukiyah berdiam diri di rumah sekitar 27 tahun. Saat itu, yang terlintas dalam benak Ardian adalah memotong rambut Sukiyah. Selain panjangnya sudah mencapai dua meter, di rambut tersebut juga ada kotoran manusia dan anakan tikus.

"Dia mengajukan permintaan, nanti setelah dipotong, minta dikeramas dengan sampo warna hitam, dan diobatin," ungkap Ardian.

Ardian juga mengatakan kaki Sukiyah sudah lemah sehingga tak bisa digunakan untuk berjalan.

"Dia cuma duduk selonjor dan kalau berpindah tempat ndlosor karena tangannya juga lemah," terangnya.

Selain itu, Sukiyah juga melakukan segala aktivitasnya di dalam rumah, termasuk buang air besar. Maka tidak mengherankan jika rumah yang ditinggali Sukiyah memiliki bau yang menyengat.

Kedanti hanya menghabiskan seluruh waktunya di dalam ruamh, Sukiyah ternyata juga dapat mengetahui informasi yang berasal di luar dusunnya. Dari hasil komunikasi dengan Ardian, dia bercerita tentang berbagai daerah yang ada di Kota Salatiga.

Menurut keterangan dari Darkumi, tetangga Sukiyah, setiap hari para tetangga mengantarkan makan untuk Sukiyah.

"Sudah ada yang ngirim makan. Kalau pagi, siang, sore ada. Tapi ya cuma dikasih depan pintu, nanti dimakan langsung," jelas Darkumi.

Lebih lnjut Darkumi juga mengungkapkan bahwa Sukiyah terakhir kali mandi sekitar setahun lalu. Saat itu ada enam orang dewasa yang terlibat untuk memegangi Sukiyah karena dia terus berontak.

"Bahkan tangan saya sempat digigit. Setelah kejadian itu, tidak ada yang mau memandikan lagi," pungkas Darkumi.

Artikel Asli