Lakukan Penggusuran, PDIP: Anies Sejak Awal Akan Ingkari Janji Kampanye

Suara.com Dipublikasikan 13.06, 18/11/2019 • Dwi Bowo Raharjo
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jakarta menanggapi soal penggusuran yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Janji Anies tidak akan melakukan penggusuran dianggap PDIP sejak awal pasti akan diingkari.

Ketua Fraksi PDIP di DPRD Jakarta Gembong Warsono mengatakan sejak awal tidak mungkin Anies dapat melakukan penataan pemukiman di Jakarta tanpa melakukan penggusuran.

"Pasti ingkar. Enggak ada cara lain (selain penggusuran)," ujar Gembong saat dihubungi, Senin (18/11/2019).

Gembong menganggap penataan tata kota dengan menggusur sudah pernah diutarakan sebelumnya oleh Gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Namun yang harus disiapkan adalah penampungan bagi warga yang tergusur itu.

"Ahok pernah katakan dalam debat kampanye dulu, untuk tata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran," kata Gembong.

Kondisi bangunan dan tempat usaha warga di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Sabtu (16/11/2019). [ANTARA/Fauzi Lamboka]

Karena itu, ia menyebut dari awal janji Anies tidak melakulan penggusuran hanya strategi kampanye agar mendapat dukungan dari masyarakat. Ia mengaku sudah mengira Anies tidak akan konsisten dengan janjinya itu.

"Pak Anies hanya ingin mendapatkan simpati masyarakat, maka pak Anies sampaikan program itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meminta Anies Baswedan untuk menepati janji kampanye sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur? Katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye" kata salah seorang warga, Subaidah kepada Antara, Sabtu (17/11/2019).

Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis (14/11/2019).

Penertiban tersebut berujung bentrok, karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali sejak puluhan tahun tersebut.

Artikel Asli