Label Fashion Kurang Laris, Berapa Kerugian Victoria Beckham?

Liputan6.com Diupdate 04.32, 08/12/2019 • Dipublikasikan 04.32, 08/12/2019 • Liputanenam
Victoria Beckham di London Fashion Week
Victoria Beckham di London Fashion Week (Foto: Instagram @victoriabeckham)

Jakarta - Sukses di bidang hiburan, Victoria Beckham kini sudah beralih ke dunia fashion dan kecantikan. Namun kiprahnya di bidang fashion tidak terlalu cemerlang dibandingkan di dunia kecantikan.

Label fashion Victoria dilaporkan telah mengalami kerugian sampai dengan 12,3 juta poundsterling (sekitar Rp224 miliar) dalam setahun karena permintaan untuk pakaian mewahnya yang terus berkurang alias kurang laku.

Dilansir dari Mirror dan Antara, kerugian perusahaan tersebut tumbuh sebesar 20 persen selama tahun 2019 sejak Desember 2018.

Penyebabnya adalah rendahnya angka penjualan. Ralph Toledano, selaku pengelola bisnis fashion tersebut mengatakan penjualan pakaian dan aksesori yang dijual mengalami stagnasi selama periode tersebut, setelah bertahun-tahun bergabung dalam industri fashion.

Dalam sebuah wawancara dengan The Business of Fashion, ia mengatakan, "kinerja itu sesuai dengan harapan, jadi kami tidak terkejut. Tujuan kami bukan untuk mencapai profit sesegera mungkin".

Toledano menambahkan pihaknya masih sangat yakin dengan keberlangsungan merek fashion milik Victoria tersebut.

Masih Termasuk Pasangan Terkaya

David dan Victoria Beckham di karpet merah British Fashion Awards 2014, London, Inggris. (JUSTIN TALLIS / AFP)

"Aku sangat yakin bahwa takdir ada di tangan kita. Kami punya bakat besar seperti Victoria (Beckham)," tambah Toledano.

Perusahaan fashion ini dikendalikan oleh Victoria bersama dengan suaminya, David Beckham, di bawah naungan Beckham Brand Holdings. Terlepas dari hasil keuangannya, pasangan ini masih berusaha keras.

Mereka berada di peringkat 372 pada Sunday Times Rich List atau daftar keluarga terkaya di Inggris di tahun ini. Kekayaan gabungan Victoria dan David diperkirakan mencapai 355 juta poundsterling atau sekitar Rp6,4 triliun.’

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Asli