La Liga Minta Real Madrid dan Barcelona Sepakat Pindah Lokasi El Clasico

Bola.com Diupdate 15.15, 16/10/2019 • Dipublikasikan 15.15, 16/10/2019 • Aditya Wicaksono
Luis Suarez
El Clasico. (AFP)

Bola.com, Jakarta - La Liga meminta Real Madrid dan Barcelona untuk memindahkan lokasi El Clasico pada 26 Oktober mendatang. La Liga membuat permintaan tersebut karena alasan keamanan.

Menurut jadwal La Liga 2019-20, Barcelona mendapat giliran pertama untuk menjadi tuan rumah. Hal itu pertandingan akan diadakan di Camp Nou terlebih dahulu.

Namun, adanya aksi kemerdekaan Catalunya pada akhir Oktober nanti, membuat La Liga mempertimbangkan untuk memindahkan lokasi pertandingan. La Liga meminta Barcelona dan Real Madrid untuk bertukar status.

Jadi, La Liga berharap kalau El Clasico putaran pertama bisa dipertandingkan di Santiago Bernabeu terlebih dahulu.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah mengonfirmasi telah mendapat informasi tersebut dari La Liga.

"RFEF telah menerima permintaan La Liga dan meneruskannya ke komite kompetisi, yang juga telah meneruskannya ke pihak klub," tulis pernyataan RFEF.

"Barcelona dan Real Madrid memiliki waktu hingga Senin untuk memberikan respons. Setelah itu, Komite akan membuat keputusan," tulis pernyataan tersebut.

Kerusuhan di kota Barcelona sudah mulai bermunculan setelah pengadilan memutuskan hukuman untuk sembilan pemimpin gerakan separatis Catalunya pada Senin (14/10/2019). Rencananya, puncak aksi akan dilakukan bertepatan ketika Barcelona menjamu Real Madrid.

Tanggapan Pep Guardiola

Mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. (AP Photo/Dave Thompson)

Pep Guardiola yang pernah menjadi sosok penting di Barcelona, turut memberikan komentar terkait keputusan pemerintah Spanyol untuk para aktivis yang dijatuhi hukuman penjara.

"Para aktivis yang mendapat hukuman mewakili mayoritas suara politik Catalunya. Spanyol menggunakan hukuman anti-teroris kepada para aktivis," ujar Guardiola.

"Perjuangan masyarakat Catalunya tidak akan berhenti hingga kami mendapatkan solusi yang damai dan demokratis," ungkap Guardiola.

Sumber: AS

Artikel Asli