Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Bertambah 11 Kasus, Total 91 Orang Terpapar Omicron di Jakarta Selatan

SHUTTERSTOCK/angellodeco
Ilustrasi varian Omicron. Kasus infeksi varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529) telah dilaporkan 40 negara hingga Minggu (5/12/2021). Tidak ada laporan kematian karena Omicron.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 akibat varian Omicron di Jakarta Selatan bertambah. Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan, tercatat ada 91 warga yang terpapar.

Dengan demikian, terdapat penambahan 11 kasus Omicron. Pada Minggu (23/1/2022), tercatat ada 80 orang yang terinfeksi varian Omicron.

"Total ada 91 (kasus Omicron), tersebar di 9 dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan," ujar Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, M Helmi, saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Helmi mengatakan, hanya satu kecamatan yang tidak ditemukan kasus Covid-19 yakni wilayah Pancoran, Jakarta Selatan.

Atas temuan tersebut, Sudin Kesehatan menerapkan 3T, yakni tracing atau pelacakan kontak erat, testing atau tes terhadap masyarakat, dan treatment atau perawatan.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pasalnya, kasus varian Omicron telah merebak di wilayah Jakarta Selatan dalam dua pekan terakhir.

"Diimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan ini kami terus menyosialisasikan bersamaan dengan vaksinasi," ujar Munjirin, saat dikonfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Baca juga: Eijkman Jelaskan Efektivitas Vaksin Booster Lawan Varian Omicron

Adapun pemerintah telah menggencarkan penerapan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Munjirin juga memastikan penanganan terhadap warga yang positif Covid-19 akibat varian Omicron dilakukan sesuai prosedur standar operasi atau SOP (standard operating procedure).

"Untuk penanganan warga yang positif kami lakukan sesuai dengan SOP. Kemudian (prokes dan vaksinasi) harus sama-sama kita maksimalkan," ucap Munjirin.

Penulis : Muhammad Isa Bustomi Editor : Kristian Erdianto

Artikel Asli