Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Surat Al-Fajr Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Surat Al-Fajr Ayat 1-30 Arab: Arti, Kandungan, dan Keutamaan

Al-Fajr memiliki arti "Waktu Fajar" dan berisikan sebanyak 30 ayat. Surat Al-Fajr turun setelah surat Al-Lail dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di kota Makkah.

Penamaan surat ini merujuk pada lafaz al-fajr yang tersemat di ayat pertamanya. Lebih lanjut, berikut bacaan arab surat Al-Fajr beserta arti, kandungan, dan keutamaannya.

1. Surat Al-Fajr ayat 1–30 beserta artinya

Surat ini merupakan bagian dari Juz 'Amma yang menerangkan perihal azab bagi orang kafir dan keberkahan bagi orang berjiwa muthmainah atau yang mendapat ketenangan. Selengkapnya, berikut bacaan arab surat Al-Fajr, latin dan artinya.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ayat 1

وَالْفَجْرِۙ

Wal-fajr.

Artinya: "Demi fajar,"

Ayat 2

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

Wa layālin 'asyr.

Artinya: "demi malam yang sepuluh,"

Ayat 3

وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ

Wasy-syaf'i wal-watr.

Artinya: "demi yang genap dan yang ganjil,"

Ayat 4

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ

Wal-laili iżā yasr.

Artinya: "demi malam apabila berlalu."

Ayat 5

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ

Hal fī żālika qasamul liżī ḥijr.

Artinya: "Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?"

Ayat 6

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ

A lam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'ād.

Artinya: "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?"

Ayat 7

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ

Irama żātil-'imād.

Artinya: "(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi."

Ayat 8

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ

Allatī lam yukhlaq miṡluhā fil-bilād.

Artinya: "Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain."

Ayat 9

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ

Wa ṡamụdallażīna jābuṣ-ṣakhra bil-wād.

Artinya: "Dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah."

Ayat 10

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ

Wa fir'auna żil-autād.

Artinya: "Dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)."

Ayat 11

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ

Allażīna ṭagau fil-bilād.

Artinya: "Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri."

Ayat 12

فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ

Fa akṡarụ fīhal-fasād.

Artinya: "Lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu."

Ayat 13

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ

Fa ṣabba 'alaihim rabbuka sauṭa 'ażāb.

Artinya: "Karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka."

Ayat 14

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ

Inna rabbaka labil-mirṣād.

Artinya: "Sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi."

Ayat 15

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

Fa ammal-insānu iżā mabtalāhu rabbuhụ fa akramahụ wa na''amahụ fa yaqụlu rabbī akraman.

Artinya: "Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, 'Tuhanku telah memuliakanku.'"

Ayat 16

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ

Wa ammā iżā mabtalāhu fa qadara 'alaihi rizqahụ fa yaqụlu rabbī ahānan.

Artinya: "Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku telah menghinaku,'"

Ayat 17

كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ

Kallā bal lā tukrimụnal-yatīm.

Artinya: "Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,"

Ayat 18

وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ

Wa lā tahāḍḍụna 'alā ṭa'āmil-miskīn.

Artinya: "dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,"

Ayat 19

وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ

Wa ta`kulụnat-turāṡa aklal lammā.

Artinya: "sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),"

Ayat 20

وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ

Wa tuḥibbụnal-māla ḥubban jammā.

Artinya: "dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."

Ayat 21

كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ

Kallā iżā dukkatil-arḍu dakkan dakkā.

Artinya: "Sekali-kali tidak! Apabila bumi diguncangkan berturut-turut (berbenturan),"

Ayat 22

وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ

Wa jā`a rabbuka wal-malaku ṣaffan ṣaffā.

Artinya: "dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,"

Ayat 23

وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ

Wa jīa yaumaiżim bijahannama yauma`iżiy yatażakkarul-insānu wa annā lahuż-żikrā.

Artinya: "Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu."

Ayat 24

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

Yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātī.

Artinya: "Dia berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.'"

Ayat 25

فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ 

Fa yauma`iżil lā yu'ażżibu 'ażābahū aḥad.

Artinya: "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil),"

Ayat 26

وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ 

Wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad.

Artinya: "dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya."

Ayat 27

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

Yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah.

Artinya: "Wahai jiwa yang tenang!"

Ayat 28

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً 

Irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah.

Artinya: "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."

Ayat 29

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

Fadkhulī fī 'ibādī.

Artinya: "Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"

Ayat 30

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ

Wadkhulī jannatī.

Artinya: "Dan masuklah ke dalam surga-Ku."

2. Kandungan surat Al-Fajr

Surat Al-Fajr berisikan tentang sumpah Allah SWT atas azab orang kafir yang tidak bisa dihindari. Sebagai umat muslim, mengimani surat ini pun termasuk bagian dari kewajiban. Adapun berikut kandungan lainnya dari surat Al-Fajr, yaitu:

  • Memberikan gambaran umat yang sudah dibinasakan.
  • Menjelaskan tentang kenikmatan hidup atau bencana yang dialami manusia bukan sebuah penghormatan atau hinaan, tapi hanya sebuah cobaan.
  • Menerangkan tentang hinaan pada orang yang tidak mau menyantuni anak yatim dan orang miskin.
  • Menjelaskan malapetaka yang akan dijatuhkan pada orang kafir di hari kiamat.
  • Mengabarkan bahwa orang yang berjiwa muthmainah (yang mendapat ketenangan hidup dan siap menerima cahaya keberkahan) akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.

3. Keutamaan surat Al-Fajr

Allah SWT menurunkan surat Al-Fajr dengan maksud agar manusia mengingat kewajibannya di dunia yakni beribadah kepada-Nya. Barang siapa yang mengimani surat ini dan mengamalkannya, niscaya akan mendapat beberapa keutamaan berikut ini:

  • Membaca surat Al-Fajr terutama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah akan diampuni dosanya oleh Allah SWT.
  • Membaca surat ini akan diberikan cahaya di hari kiamat dan tidak akan merasa khawatir
  • Merupakan pujian terhadap Allah SWT sehingga dapat meningkatkan ketakwaan
  • Akan bersama Rasulullah SWT di dalam surga
  • Dari terbitnya fajar hingga terbitnya fajar di hari berikutnya, akan mendapatkan keamanan bagi yang membacanya

Demikian bacaan surat Al-Fajar lengkap dengan arti hingga keutamaannya. Jika kamu sedang merasa resah, bacalah surat ini dan niscaya Allah SWT akan memberi ketentraman hidup kembali. Karena sesungguhnya Al-Qur'an adalah penawar penyakit terbaik.

Artikel Asli