Kurangi Penyelundupan, Luhut Dukung Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster

Katadata Dipublikasikan 05.09, 13/12/2019 • Ameidyo Daud
Calon Menteri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Binsar Pandjaitan mendukung rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka kembali ekspor benih . Luhut memandang langkah tersebut lebih baik untuk mengurangi penyelundupan lobster.

Dia mengatakan Edhy telah melakukan kajian yang komprehensif sejak jauh-jauh hari dan yakin hasilnya mampu meningkatkan ekonomi petani lobster.

"Lebih bagus dikontrol, kan ujung-ujungnya pengawasan," kata Luhut di Jakarta, Kamis (12/12). 

Luhut mengatakan, polemik kebijakan ekspor lobster telah berlangsung lama lantaran kurangnya pengawasan. Dia menjelaskan Edhy akan memperkuat prosesnya sehingga risiko penyelundupan dapat diminimalisir.

"Pokoknya sudah ada hitung-hitungan ilmiahnya, kami sangat percaya itu tapi implementasi dan pengawasan super penting," kata Luhut.

Luhut menjelaskan peluang hidup benih lobster kurang dari 1% sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Selain itu, pemerintah juga menggodok skema pembibitan yang ideal agar petani tetap mendapat pemasukan saat membesarkan bibit.

"Modelnya dibikin tambak oleh petaninya dulu enam bulan. Petaninya mungkin diberi uang untuk hidup selama enam bulan," kata dia.

Sebelumnya, Edhy memberi sinyal untuk membuka kembali ekspor benih lobster yang sempat dilarang di era Susi Pudjiastuti. Pasalnya berdasarkan laporan dari tim Kementerian KKP, ekspor benih lobster ke Vietnam lewat pasar gelap masih terjadi.

"Ternyata dari total kebutuhan baby lobster mereka 80% dari Indonesia. Celakanya, lewat Singapura," ujar Edhy beberapa waktu lalu.

Benih lobster dijual dengan harga sekitar Rp 3.000 - 5.000 per ekor di Indonesia. Ketika besar, harga lobster melejit hingga Rp 139 ribu. “Paling mahal Rp 139.000. Biasanya hanya Rp 50.000 - 70.000 per benih (dari hasil ekspor)," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Artikel Asli