Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari, Kakak Beradik di Palembang Idap Penyakit Kulit Langka

Kompas.com Dipublikasikan 01.28, 11/12/2019 • Rachmawati
ISTIMEWA
Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11) dua saudara yang mengalami penyakit kulit langkah, Selasa (10/12/2019).

KOMPAS.com - Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11), kakak beradik asal Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengidap trisomi 9 parsial.

Penyakit kulit langka tersebut diderita Nadia dan Vika sejak lahir.

Kulit Nadia dan Vika melepuh ketika terkena sinar matahari, sehingga mereka lebih memilih mengurung diri di dalam rumah.

Dokter Anton Suwindro Direktur Medik dan SDM Rumah Sakit Sloam menjelaskan Nadia dan Vika memiliki kelainan pigmen pada kulit sehingga tak bisa terkena matahari.

"Kulit penderitanya akan melepuh jika terkena matahari. Ini merupakan penyakit langka dan jarang ditemui," kata Anton.

Baca juga: 18 Tahun Kakak Beradik Memilih Mengurung Diri di Rumah, Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari

 

Jual harta untuk kesembuhan anak

Zahril Hamid, ayah Nadia dan Vika sehari-hari bekerja sebagai buruh. Sebagai orang tua ia telah berupaya mengobati dua putri kesayangannya baik secara medis maupun tradisional.

Bahkan ia telah menjual semua harta miliknya untuk biaya berobat dua anak perempuannya.

"Sejak lahir, kedua putri saya sudah terkena penyakit tersebut. Kalau pengobatan, semuanya sudah dicoba. Tapi memang belum ada hasil," kata Zahril, saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/12/2019).

Zahril saat ini berharap agar pemerintah setempat atau donatur bisa membantu kesembuhan dua putrinya karena ia tak lagi punya biaya untuk pengobatan.

"Bantuan apapun, sangat kami butuhkan untuk pengobatan anak kami," ujar dia.

Baca juga: Kisah Ibu Penderita Penyakit Kulit dan Anaknya yang Berharap Makan dari Tetangga

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: David Oliver Purba

Editor: Rachmawati

Artikel Asli