Kulit Buatan Bisa Bikin Robot Deteksi Sentuhan dan Tekstur

iNews.id Dipublikasikan 13.14, 16/07 • Dini Listiyani
Kulit buatan bisa bikin robot deteksi sentuhan (Foto: YouTube)
Kulit buatan bisa bikin robot deteksi sentuhan (Foto: YouTube)

CALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti di National University of Singapore (NUS) sedang bekerja keras untuk mengajarkan robot untuk merasakan. Nantinya, robot akan menjadi seperti manusia bisa berasakan sentuhan dan mengidentifikasi bentuk, tekstur, dan kekerasan benda.

Guna membantu robot bisa merasakan, para peneliti mengembangkan kulit buatan. Mereka mengklaim, kulit mampu mendeteksi sentuhan ini lebih dari 10.000 kali lebih cepat dibanding sistem saraf sensorik manusia.

Meskipun penelitian masih awal, tetap saja dapat membuka sejumlah besar aplikasi baru untuk robot masa depan. "Mengaktifkan rasa sentuhan dalam robot dapat menyebabkan banyak kasus penggunaan baru. Secara umum, memungkinkan interaksi robot-manusia yang lebih aman dengan meningkatkan persepsi robot terhadap lingkungannya," kata Director of Intel's neuromorphic computing lab Mike Davies.

Dalam percobaan awal, para peneliti menggunakan tangan robot megenakan kulit buatan mereka untuk membaca Braille. Robot mampu mencapai ini dengan akurasi lebih dari 92 persen dan menggunakan daya yang jauh lebih sedikit dibanding pendekatan alternatif.

Tim membangun karya ini dengan melihat bagaimana kombinasi data penglihatan dan sentuhan dapat digunakan untuk mengklasifikasi objek. Hasilnya diungkapkan pada konferensi Robotics: Science and Systems yang berlangsung pekan ini.

"NUS berencana lebih mengembangkan sistem robot ini untuk aplikasi dalam industri logistik dan manufaktur makanan, di mana ada permintaan tinggi untuk otomatisasi robot, terutama bergerak maju di era pasca-Covid," ujar Davies sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Kamis (16/7/2020).

Manfaat ini dapat ditambah dengan menambahkan kemampuan penginderaan tambahan seperti pendengaran dan penciuman. Untuk saat ini, robot belum cukup di level cyborg bergaya Terminator. Tapi, kemajuan seperti ini tentau memiliki potensi untuk membantu robot maju ke langkah selanjutnya dalam evolusi mereka.

Artikel Asli