Kuliah Sambil Berbisnis Picu Anak Muda Rasional dan Profesional

Media Indonesia Dipublikasikan 15.02, 10/08 • http://mediaindonesia.com/
Dito--demikian ia disapa--mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara kuliah dan bisnis.

BERKULIAH sambil menjalankan sebuah bisnis terlihat sedang menjadi tren anak muda. Perkembangan teknologi digital memudahkan berbisnis secara daring sehingga menarik mereka untuk menggeluti hal tersebut.

Edward Mahendra Anditio Wibisono yang berbisnis melalui PT Sain Nutraceutical Lab mengaku saat ini masih berkuliah di Universitas Prasetiya Mulya jurusan Branding. Dito--demikian ia disapa--mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara kuliah dan bisnis.

Baca juga:

"Saya ingin belajar mencari uang lebih awal dan mematahkan stereotip, yang mengatakan anak muda belum siap kalau disuruh bekerja mencari duit atau bekerja,” tutur pria kelahiran Kudus, 26 Juni 2001, dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Sebagai anak muda, Dito memetik banyak pelajaran dari berbisnis, antara lain bagaimana menghadapi calon klien dan mitra bisnis yang usianya jauh lebih tua. Menghadapi orang dewasa, imbuhnya, harus lebih berpikir rasional dan profesional.

“Di sini saya belajar bagaimana cara mengendalikan diri yang baik agar tetap diterima pelanggan dengan baik," cetusnya.

Terkait PT. Sains Nutraceutical Lab, menurut Dito, adalah perusahaan yang bergerak di bidang  perdagangan besar alat dan jasa kesehatan serta farmasi. Lini produk yang dimiliki antara lain tisu dan APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker, sarung tangan, dan plastik.

"Khusus untuk produk tisu, SNL sudah membubuhkan merek pada produk tersebut, yakni Kaplok yang mana sering memenangkan tender tender pemerintah dan BUMN," terang dia.

Dito mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara kuliah dan bisnis, karena saat ini masih menjalani perkulihan jarak jauh (online). “Saya tidak perlu bolak-balik kampus, jadi masih punya banyak waktu untuk mengurus SNL, termasuk jika sedang UTS atau UAS,” imbuh Dito.

Sebagai pemula di dunia usia, ia mengaku tidak sungkan-sungkan untuk bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Dito juga melibatkan orangtua bila itu terkait dengan hal-hal yang berurusan dengan finansial.

Baca juga:

Namun, sebisa mungkin ia mengupayakan sekuat tenaga bila memang bisa dikerjakan sendiri. Pengisi konten TikTok dengan nama akun SMIZTCH itu sangat berharap kuliahnya di jurusan Branding bisa menjadi bekal untuk meraih suskes.

“Untuk kelulusan ada dua cara, skripsi atau project improvement. Untuk project improvement kita mesti menciptakan solusi untuk suatu perusahaan, dan perusahaan tersebut mau menggunakan solusi kita, maka kita akan dinyatakan lulus,” pungkas Dito. (RO/A-3)

Artikel Asli