Kucumbu Tubuh Indahku Tetap Main meski Dikepung FPI, Triawan Munaf Salut

Suara.com Dipublikasikan 06.58, 17/09/2019 • Reza Gunadha
Bidik layar petikan trailer film Kucumbu Tubuh Indahku [YouTube/Fourcolours Films]
Bidik layar petikan trailer film Kucumbu Tubuh Indahku [YouTube/Fourcolours Films]

Suara.com - Sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku, Garin Nugroho, dipuji Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Tanggapan positif itu disampaikan Triawan Munaf untuk pernyataan Garin Nugroho di Facebook, setelah acara pemutaran filmnya di Semarang sempat memanas karena digerebek massa beratribut FPI.

Garin Nugroho mengungkapkan di Facebook, Selasa (17/9/2019), bahwa dirinya tetap memutar film sesuai rencana sebagai hak hukum dan demokrasinya.

"Saya menolak keras karena film telah lolos sensor dan ormas bukan lembaga polisi atau pengadilan yang berhak mengadili dan menutup pertunjukan," tulis sineas asal Yogyakarta itu.

Apalagi, ia terganggu dengan pengawalan anggota ormas yang dilengkapi dengan bendera di pintu masuk gedung.

Unggahan Triawan Munaf - (Instagram/@triawanmunaf)

 

Setelah debat alot antara panitia acara dan FPI, polisi datang dan mengawal pemutaran dan diskusi film hingga selesai.

"Diskusi berjalan seru, penonton penuh, sungguh menarik, sahabat-sahabat penonton perempuan berhijab justru aktif bertanya dan berpendapat dengan genuin," jelas Garin Nugroho.

Di akhir pernyataannya, Garin Nugroho mendukung dibubarkannya ormas semacam FPI yang menyatroni pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku.

"Ormas semacam ini wajib dibubarkan dan guna efektivitas penegakan hukum, tindakan main hakim sendiri di lapangan, harus tegas diberi hukuman, jika tidak terjadi, maka meski organisasi dilarang atau dibubarkan, perilaku main hakim sendiri di lapangan tetap terjadi," katanya.

Tulisan Garin Nugroho itu kemudian diabadikan dan diunggah oleh Triawan Munaf ke akun Instagram-nya.

"Salut Mas @garin_film. Negeri ini negara hukum," komentar @triawanmunaf.

DiberitakanSUARA.com sebelumnya, sekelompok orang beratribut FPI mengepung area pintu Gedung Marabunta di Kota Lama Semarang, Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut rilis yang diterima SUARA.com, gerombolan itu meminta pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku, yang menjadi bagian dari rangkaian acara Festival Kota Lama, dibatalkan.

"Kami mewakili umat Muslim masyarakat Semarang meminta film ini untuk dibatalkan. Karena film ini dapat merusak moral anak muda dengan adanya unsur LGBT," klaim seseorang dari gerombolan itu, seperti dikutip dari pernyataan yang dipublikasi panitia festival.

Setelah satu jam mediasi, potensi kerusuhan teratasi, dan pemutaran serta diskusi film Kucumbu Tubuh Indahku dilanjutkan sampai selesai, dengan penjagaan dari petugas kepolisian.

Artikel Asli