Kucumbu Tubuh Indahku, Film Kontroversi dengan Sederet Prestasi

Kompas.com Dipublikasikan 03.16, 14/11/2019 • Ira Gita Natalia Sembiring
Fourcolours Films
Kucumbu Tubuh Indahku

JAKARTA, KOMPAS.com- Film Kucumbu Tubuh Indahku besutan sutradara kawakan Indonesia, Garin Nugroho telah berhasil meraih banyak prestasi.
Namun ironisnya, film itu juga menuai kontroversi di masyarakat.

Kucumbu Tubuh Indahku dinilai mengangkat isu mengenai lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) yang dikhawatirkan bisa merusak moral bangsa.
Berikit ulasan prestasi dan kontroversi film Kucumbu Tubuh Indahku:

Baca juga: Luapan Kekecewaan Garin Nugroho Pemutaran Kucumbu Tubuh Indahku Kembali DIhentikan Paksa
1. Masuk nominasi Oscar 2020 hingga 11 nominasi FFI 2019
Kucumbu Tubuh Indahku menjadi film yang mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards 2020 atau yang dikenal dengan nama Oscar.
Film ini menyisihkan 42 film Indonesia lain yang diputar di bioskop sepanjang satu tahun terakhir.
Kucumbu Tubuh Indahku akan bertarung dalam kategori International Features Film Awards.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku Raih 12 Nominasi FFI meski Tuai Kontroversi, Produser Bangga
Selain melenggang ke Oscar, Kucumbu Tubuh Indahku juga masuk 12 nominasi dari 11 kategori ajang penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2019.
12 nominasi itu diraih oleh Kucumbu Tubuh Indahku lewat 11 kategori. Kategori tersebut adalah Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, dan Pengarah Artistik Terbaik.
Selain itu, ada Penyunting Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Kucumbu Tubuh Indahku juga diputar di Venice International Film Festival ke-75 tahun 2018. Serta, membawa pulang dua penghargaan Festival Film Tempo 2018.

Masih di tahun 2018, film ini mendapatkan penghargaan di Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic di Italia, Film Terbaik pada Festival Des 3 Continents di Perancis, dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards di Australia.

Baca juga: Bumi Manusia Mendominasi FFI 2019, Kucumbu Tubuh Indahku Membayangi
2. Tuai kontroversi
Pada Selasa (11/11/2019), sebuah organisasi masyarakat menghentikan secara paksa film Kucumbu Tubuh Indahku karena dinilai mempromosikan isu LGBT.
Saat itu, sejumlah orang tengah menggelar nonton bareng film karya Garin Nugroho di Gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) yang berada di Kompleks PKOR Way Halim, Selasa siang.
Jauh sebelum itu, sejumlah elemen masyarakat hingga pemerintah daerah menentang dan menolak film yang dibintangi oleh artis peran Muhammad Khan tersebut sejak dirilis pada 18 April 2019.

Baca juga: Pemutaran Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan, Garin Nugroho Sebut Prestasi Dikalahkan Radikalisme
Salah satunya adalah Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang mengeluarkan surat edaran melayang penayangan.
Ia melarang karena khawatir film itu berdampak negatif pada masyarakat Kabupaten Kubu Raya khususnya.

Kemudian, hal yang sama juga diikuti oleh Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat; Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat; hingga Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat.
Bahkan, buntutnya ada petisi menentang dan memboikot film tersebut untuk tayang di beberapa kota bermunculan di media sosial.
Petisi lewat laman Change.org tersebut berjudul "Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul "Kucumbu Tubuh Indahku".

Baca juga: Ormas Hentikan Paksa Film Kucumbu Tubuh Indahku, Pemerintah Diminta Turun Tangan
3. Tanggapan Garin Nugroho
Bagi Garin Nugroho semua prestasi yang diraihnya akan kalah dengan tindakan radikalisme yang dialamatkan pada karyanya itu.
"Walaupun dapat penghargaan dari beberapa negara, ini udah dapat penghargaan banyak kan, termasuk FFI nominasi, tapi prestasi itu tenggelam nanti, kalau pembiaran terhadap radikalisme, penghakiman sehari-hari terus terjadi," ucap Garin.
Menurut Garin, pemerintah belum bertindak tegas untuk memberantas radikalisme yang terjadi di negeri ini.
"Tapi radikalisme dibiarkan, jadi prestasi akan dikalahkan radikalisme. Dan pemerintah lah yang melanggengkan prestasi itu kalah dengan radikalisme. Jadi nanti kontraproduktif," tandasnya.

Baca juga: Film Kucumbu Tubuh Indahku Dihentikan Paksa, Garin Nugroho: Pemerintah Tindak Tegas Dong

Penulis: Ira Gita Natalia SembiringEditor: Novianti Setuningsih

Artikel Asli