Kronologi Turah Parthayana Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Berawal Dari Nonton-Sempat Bertengkar Dengan Pacar Korban

KapanLagi.com Dipublikasikan 15.34, 06/08

Youtuber Turah Parthayana tengah jadi sorotan. Mahasiswa Indonesia yang tengah berkuliah di Rusia ini diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang gadis.

Seperti apa kronologi kasus tersebut? Simak selengkapnya di sini.

Instagram @turahparthayana

Sang gadis korban pelecehan seksual diketahui adalah rekan sesama mahasiswa di Rusia dan berinisial JA. Akun Twitter @sandi_sa119 menjelaskan kronologi pelecehan seksual langsung dari penuturan JA.

Instagram @turahparthayana

Kejadian tersebut terjadi di kamar 430 asrama Parus pada 23 November 2019, bahkan dikonfirmasi pula melalui surat pernyataan dari Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga.

Instagram @turahparthayana

Kejadian tersebut berawal dari nonton bareng. Namun saat itu, dirinya melakukan tindakan tak senonoh sebanyak 3 kali, yang salah satunya mengarahkan tangan korban ke arah alat vital.

Instagram @turahparthayana

Korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada pacarnya, yang langsung mengirim pesan kepada Turah dan mengajaknya bertemu.

Instagram @turahparthayana

Saat pesan tersebut masuk dan terbaca, Turah langsung menggedor kamar korban dan memaksa masuk. Dirinya menanyakan alasannya mengadukan peristiwa itu ke pacarnya.

Instagram @turahparthayana

Turah dan pacar korban sempat bertengkar, hingga akhirnya ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Tomsk, Gokma Sahat memanggil Turah. Dirinya pun mengakui kesalahannya dan bersedia menerima sanksi.

Instagram @turahparthayana

Saat itu, Turah mendapat sanksi dikeluarkan dari kepanitiaan yang sedang dijalani dan dia mengundurkan diri dari PPI Tomsk. Turah juga mengklarifikasi kejadian ini pada pertemuan mahasiswa Indonesia, dan masalah ini dianggap selesai saat itu.

Instagram @turahparthayana

Masalah ini seharusnya tidak disebar ke media sosial untuk menjaga nama baik korban JA. Namun JA berubah pikiran dan membiarkan Sandi menceritakan kejadian yang dialaminya ke publik untuk mencegah adanya korban yang lain.

Artikel Asli