Kronologi Petani Kopi yang Ditemukan Tinggal Tulang Usai Diterkam Harimau

Kompas.com Dipublikasikan 12.06, 05/12/2019 • Kontributor Palembang, Aji YK Putra
DOK.  KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Gunung Dempo di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

PAGARALAM, KOMPAS.com - Identitas petani kopi yang ditemukan tinggal tulang belulang usai diterkam harimau di Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Yudiansah Harianto (40), warga Desa Karang Dalam, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi Jaya mengatakan, korban telah berada di kebunnya sejak Senin (2/12/2019) kemarin.

Namun, saat pihak keluarga hendak menghubunginya, sekitar pukul 09.00 WIB, Yudiansah tak kunjung mengangkat telepon.

Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk datang ke pondok di kebun kopi milik korban.

"Keluarganya ingin menyampaikan kabar kalau orangtua korban itu meninggal. Tapi telepon tak diangkat, sehingga keluarganya yang di Pagaralam datang ke kebun korban untuk memberitahukan kabar itu," kata Zaldi, Kamis (5/12/2019).

Zaldi menerangkan, saat tiba di pondok kebun Yudiansah, pihak keluarga tidak menemukan Yudiansyah.

Namun, sepeda motor dan kopi yang baru dipanen korban masih berada di sana.

Mereka akhirnya berjalan tak jauh dari pondok dan mendapati korban sudah dalam keadaan tewas mengenaskan.

"Hanya tinggal kaki saja yang ditemukan utuh. Keluarga langsung turun dan melapor ke kita, sehingga langsung dilakukan evakuasi. Dugaannya memang diterkam harimau," ujar Zaldi.

*Baca juga: Gara-gara Ditegur, Pria di Palembang Bakar Tetangganya *

Zaldi mengingatkan kepada warga untuk lebih dulu mengurangi aktivitas di kebun sampai situasi kondusif.

Saat ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sedang mencoba mengevakuasi harimau yang menyerang warga.

"Ini juga untuk kebaikan masyarakat, agar tak ada korban lagi," ujar Zaldi.

Diberitakan sebelumnya, seorang petani kopi di kota Pagaralam, Sumatera Selatan, tewas diterkam harimau.

Saat ditemukan, tubuh korban tidak lagi utuh.

Hanya bagian kaki serta tulang-belulang tubuh korban yang dapat ditemukan.

Pasca penemuan jenazah, sebanyak 100 personel gabungan diturunkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

*Baca juga: Materi Soal Ujian Sekolah di Kediri Diduga Bermuatan Khilafah *

Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK PutraEditor: Abba Gabrillin

Artikel Asli