Kronologi Pemulangan Korban Perdagangan Orang yang Dilakukan Baim Wong

Kompas.com Dipublikasikan 08.22, 13/12/2019 • Baharudin Al Farisi
Artis peran Baim Wong usai bikin prank di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019). Dok. Garena

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Baim Wong mendapatkan apresiasi yang tinggi berupa surat resmi dan plakat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Apresiasi tersebut diberikan karena Baim melakukan aksi kemanusiaan dengan menolong beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Peristiwa Baim Wong menolong korban pekerja migran Indonesia berawal dari adanya dua korban dengan inisial M dan R.

"M yang berumur 24 tahun dikenalkan oleh teman lamanya, seorang pria asal China. Singkat cerita, M menyetujui untuk menikah dengan pria China tersebut," ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dari LPSK, Jumat (13/12/2019).

M kemudian berangkat ke China pada 20 Juni 2019 dan tinggal bersama suaminya. Setelah di China, apa yang telah dijanjikan oleh suaminya ternyata tidak dipenuhi.

"Bahkan M juga selalu dipaksa berhubungan seksual setiap hari dan tetap dipaksa melayani suaminya, termasuk saat M sedang menstruasi," ujar Edwin Partogi.

"M juga dikunci di rumahnya. Karena itu, korban kabur untuk kembali ke Indonesia setelah kurang lebih 2 bulan berada di China," sambungnya.

Sementara itu, R berumur 23 tahun dikenalkan dengan pria China oleh teman lamanya. R kemudian menikah dan berangkat ke China pada 20 Januari 2019.

Sebagai informasi, R tinggal di China kurang lebih selama 8 bulan.

R tidak mengalami kekerasan selama di China, tetapi karena apa yang dijanjikan oleh suaminya tidak terpenuhi, maka dia memilih untuk kabur dan pulang ke Indonesia.

Beruntungnya, kedua korban memiliki grup WhatsApp yang beranggotakan korban-korban yang juga merupakan pengantin pesanan.

Salah satu anggota grup yang bernama F kemudian membantu korban.

F memberitahukan bahwa dia telah dibantu kepulangannya ke Indonesia oleh Baim Wong.

Kemudian F membantu korban untuk bisa berkomunikasi dengan Baim Wong dan asistennya.

"Ia disambungkan ke Mah, yang kemudian mengatur proses pemulangan korban," kata Edwin Partogi.

Baim membelikan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Dalam proses kepulangan korban dari rumah suaminya ke bandara China dibantu oleh mahasiswa Indonesia yang sedang berada di sana.

Setelah korban sampai di Bandara Soekarno Hatta pada 10 September 2019 lalu, korban dijemput oleh Baim Wong dan timnya beserta dengan pihak Serikat Buruh Migran Indonesia.

Baim memberikan uang ke setiap korban.

Penulis: Baharudin Al Farisi

Editor: Tri Susanto Setiawan

Artikel Asli