Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Dilakukan YouTuber Turah Parthayana

INDOZONE.ID Dipublikasikan 04.33, 06/08 • Zega
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Dilakukan YouTuber Turah Parthayana
Kronologi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh YouTuber Turah Parthayana

Vlogger dan YouTuber asal Bali yang tengah berkuliah di Rusia, Turah Parthayana diduga melakukan tindakan pelecehan seksual kepada seorang teman wanitanya.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh akun Twitter @sandi_sa119.  Sandi mengatakan bahwa dia sudah berbicara dengan korban dan sudah memegang bukti-bukti bahwa YouTuber yang tengah berkuliah di Rusia ini melakukan pelecehan seksual.

Sandi juga membeberkan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada hari Sabtu, 23 November 2019 silam. Pelecehan ini terjadi di kamar 430 asrama Parus.

Kasus ini bermula ketika Turah mengajak korban, J untuk menonton film horor bareng. Turah mengatakan mereka akan nonton bertiga bersama temannya yang lain, berinisial D.

Gue lanjutin.

Kronologi 1: Awal si @Turahpartayana ngajak si korban nonton. Udah mulai grepek2.

Note: Korban dan si pelaku itu satu dorm pic.twitter.com/KCP0QTtbnL

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Aksi nonton bareng itu dilakukan pada dini hari, sekitar pukul 2 atau 3 pagi. Turah mengajak nonton bareng di kamar Dani. Sekadar catatan, Turah dan korban memang satu tempat tinggal (dorm).

Namun, ketika J sampai di kamar D, yang ada di dalam hanya ada Turah. J kemudian memilih duduk di kasur sementara Turah tengah mengedit video di meja.

Tapi, Turah mengajak J untuk pindah ke sampingnya dengan alasan memilih film horor yang akan ditonton.

"Pas masih duduk-duduk gitu, dia udah mulai tuh becanda-becanda tapi tangannya main." kata korban.

Kronologi 2:

Si Turah:

-Grepek -Ngarahin tangan korban untuk pegang KONTOL dia - Nyium

PS: yang kuliah di LN pasti paham yg namnya nginep di tempat temen cowok-cewek udah biasa tapi ya bkn berarti mau diewek. Gak ada 'consent' di sini. pic.twitter.com/tcNKPqql6j

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Tak lama kemudian, D datang dan kaget melihat Turah dan J ada di kamarnya. Di situlah korban mulai merasa aneh kenapa D tidak mengetahui rencana nonton bareng, padahal Turah menyebut sudah mengajak D juga.

Turah beralasan bahwa saat dia mengirimkan pesan kepada D via WhatsApp, masih centang satu alias belum terkirim ke ponsel D. J kemudian mengajak D untuk nonton bareng.

Namun, karena sudah larut malam, D akhirnya ketiduran. Ketika itulah, Turah disebut melakukan pelecehan seksual kepada J.

"Dia udah mulai pegang-pegang. Dia ngambil tangan gue taro di "itunya" dia. Suruh gue remes gini-gini dan cium gue. Awalnya gue diem karena gue takut." cerita J.

Saat J menolak, Turah terus memaksa sehingga membuat J berbuat rusuh agar D bangun. Setelah D terbangun, J pun bergegas pergi ke kamarnya.

Di situ, dia menceritakan bahwa baru saja dilecehkan oleh Turah kepada pacarnya. Sang pacar pun mengirimkan DM (Direct Message) kepada Turah karena tidak terima pacarnya dilecehkan.

Kronologi 3:@Turahpartayana , gedor2/dobrak2 pintu korban karna dia cerita ke pacarnya pic.twitter.com/NjI24MXRiP

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Bukannya meminta maaf, Turah justru mendatangi kamar J dan menggedor-gedornya. Turah marah karena J menceritakan pelecehan tersebut kepada pacarnya.

Ketakutan, J kemudian meminta pacarnya datang dan mereka pun membicarakan masalah ini. Anehnya, Turah malah menyalahkan J karena gara-gara dia bercerita kepada sang pacar, reputasinya akan rusak.

Kronologi 4:@Turahpartayana reputasi lu rusak karna korban speak up? Mangkanya jangan jadi pelaku PELECEHAN SEKSUAL?

Sange? Gampang. Lu ada duit tinggal beli! Atau gak "One-night stand" atau lu BISA NGOCOK aja klo udah gak tahan banget. pic.twitter.com/gm1e8OxCuj

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Pernyataan Turah ini membuat J benar-benar marah, karena perasaannya sebagai korban justru dikesampingkan oleh Turah.

"Baj*ngan ya lu Turah. Lu udah berani kayak gitu, masih mikirin reputasi lu. Lu nggak mikirin gue sebagai korban." kata J.

Sandi yang mendengar cerita J juga ikut marah. Dia menambahkan bahwa ada oknum yang mencoba menutup-nutupi kasus ini.

"Kasus tidak hanya satu. Ada oknum yg nutupi. ADA ANCAMAN KE PADA KORBAN." tulis Sandi.

"Banyak yang nanya kenapa baru di-up sekarang? Gue lagi nyiapin konstruksi nya. karna ada yg nutupin untuk tdk keluar dri kota Tomsk. Siapa? ketua PPI nya sendiri GOKMA. Korban merasa terancam, tidak ada yg belain, dan dia depresi. Takut. Bahkn PPI pusat juga ntpin FERLITO!" tambahnya lagi.

Bahkan, ayah Turah berencana untuk menuntut korban atas dasar pencemaran nama baik. Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma juga disebut enggan membantu J hanya karena kacamata Turah pecah saat berkelahi dengan pacar J.

Kronologi 5:

Ini tadi agak kurang jelas. Namun ini versi KORBAN malah si bokap turah mau tuntut si korban. pic.twitter.com/RMaj6L7LZj

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Gokma baru bersedia membantu J jika kacamata tersebut diganti. Hal ini sempat membuat orangtua J marah-marah. Namun, pada akhirnya Surat Pernyataan itu dibuat.

Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga mengatakan bahwa memang benar Turah Parthayana melakukan tindakan pelecehan seksual secara terencana dan disadari.

Kronologi 7: Yg marah: mamahnya korban. Dimarahin: ketua PPI?permira Tomsk si GOKMA teman DEKATNYA @Turahpartayana

Gila gak? korban dilecehin. minta bantuan ketua PPI malah ditekan gini??????

Gue harap semua orang berani SPEAK UP! Jangan takut dg nama besar PELAKU#metooIndo pic.twitter.com/Ldk48zqqgo

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Gokma mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi sosial kepada Turah Parthayana dan memberikan dukungan moral kepada korban.

Bismilah,

Ini surat dari ketua PPI/Permira kota Tomsk

PS: Nama korban memang sepakat untuk tidak ditutupi pic.twitter.com/ahYAYgaRFv

— Libur panjang (@sandi_sa119) August 5, 2020

Artikel Asli