Kronologi Hilangnya Pendaki Gunung Guntur Hingga Kembali Ditemukan di Sumber Air

Tribun Style Dipublikasikan 07.18, 06/07 • Hanna Suliatun
Gunung Guntur

TRIBUNSTYLE.COM - Gunung Guntur jadi buah bibir warganet.

Terjadi hal tak biasa di gunung yang terletak di Garut, Jawa Barat ini.

Berdasarkan kabar yang beredar, seorang pendaki yang sedang beraktivitas di Gunung Guntur sempat hilang.

Setelah proses pencarian, pendaki tersebut ditemukan dengan selamat.

Namun, kondisinya lemas.

Menurut laporan, pendaki tersebut ditemukan dalam keadaan mengenakan pakaian dalam saja.

Mengutip Tribunnews.com, pendaki tersebut ditemukan Minggu (5/7/2020) pagi.

Sehari sebelumnya, Sabtu (4/7/2020), pendaki tersebut hilang.

Berdasarkan laporan Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan, pendaki yang sempat dinyatakan hilang bernama Afrizal (16), warga Kecamatan Cilawu, Garut.

Tak sendiri, Afrizal naik ke atas bersama 4 orang rekan.

Pendakian dimulai pada Jumat (3/7/2020) siang.

"Jumat malam, mereka buka tenda dan menginap di pos tiga jalur pendakian. Pagi harinya, korban sudah tidak ada di tenda," jelas Masrokan, Minggu (5/7/2020).

Lalu bagaimana kisah selengkapnya tentang hilangnya Afrizal hingga ditemukan kembali?

Berikut TribunStyle.com sajikan fakta-fakta hilangnya Afrizal hingga ditemukan di sumber air seperti dikutip dari Tribunnews:

Ditunggu Rekan namun Tak Juga Datang

Rekan Afrizal sebelumnya tak menyadari kalau Afrizal telah hilang.

Mulanya, rekan Afrizal menunggu kedatangannya di pos tiga.

Ia menunggu hingga siang hari.

Namun, korban tak juga nampak batang hidungnya.

Akhirnya, rekan korban turun ke pos satu dan kembali menunggu.

Mendapat laporan tersebut, menurut Masrokan pihak keluarga korban pun langsung melakukan pencarian hingga ke pos satu namun tidak juga menemukan korban.

"Upaya pencarian malam itu dihentikan, keluarga korban dijemput di pos satu dan pencarian dilanjut hari ini," jelasnya.

Ditemukan Warga

Keesokan harinya, pencarian kembali dilakukan.

Minggu (5/7/2020), menurut Masrokan tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat sekitar pun melakukan upaya pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Ing Dedi Saefulloh mengungkapkan, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga yang ikut melakukan pencarian, di sekitar sumber mata air Citiis.

"Lokasi ditemukannya cukup jauh dari pos tiga tempat korban buka tenda bersama temannya," jelas Dedi, Minggu (5/7/2020).

Setelah ditemukan, korban langsung pulang ke rumahnya. 

"Kita koordinasi dengan Koramil Cilawu untuk mengecek korban di rumahnya, ternyata memang sudah ada di rumah," jelas Dedi. 

Kondisi Lemas di Sumber Air

Perkiraan Dedi, korban ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi oleh warga yang sehari-hari berjaga di parkiran kendaraan di pos pendakian awal Gunung Guntur di Kampung Citiis.

Entis Sutisna (61), warga yang menemukan korban, mengungkapkan dirinya bersama dua orang warga yang melakukan pencarian menemukan korban sudah dalam kondisi lemas.

Korban ditemukan di sumber air yang dikenal dengan nama Cikole.

Entis mengaku, dirinya naik ke Gunung Guntur sejak pukul 06.00 pagi melalui jalur pendakian yang berbeda dengan tim pencarian yang lain.

Saat itu, Entis pun berdoa agar korban ditemukan.

"Saya tawasul, berserah diri karena semuanya. bagaimana Allah, setelah itu saya teriak-teriak panggil nama korban dan Alhamdulillah ada jawaban," katanya.

Korban Bingung karena Terbangun di Lokasi Lain

Mendengar ada jawaban dari korban, Entis dan dua warga lainnya pun langsung mencari korban.

Hingga akhirnya menemukan korban berada di dekat batu besar.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan hanya mengenakan celana dalam.

Begitu melihat korban, Entis mengaku sempat memastikannya dengan menanyakan nama korban.

Setelah yakin itu pendaki yang dicari, Entis pun langsung memeluknya dan memberi korban pakaian.

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada disitu, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," katanya.

Korban bisa lihat orang lain, tapi orang lain tak bisa melihatnya

Dari pengakuan korban, menurut Entis sebenarnya korban bisa melihat orang lain dari tempatnya.

Namun, anehnya dia tidak bisa memanggilnya dan orang yang dilihatnya pun tidak bisa melihat dan mendengar korban.

Entis sendiri merasa terpanggil untuk ikut melakukan pencarian korban sebagai bentuk tanggungjawab karena selama ini dirinya ikut mengais rejeki dari para pendaki.

Entis khawatir, jika korban hilang dan tidak ditemukan, Gunung Guntur ditutup.

"10 tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah 4 hari, sama kondisinya saat ditemukan juga telanjang,"katanya.

Penulis : Kontributor Garut, Ari Maulana Karang

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com  dan Tribunnews dengan judul Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur, Malam Tidur di Tenda, Pagi Ditemukan Telanjang dan Lemas Dekat Mata Air dan Cerita Pendaki Gunung Guntur Garut Menghilang dan Ditemukan Telanjang Dekat Mata Air.

Artikel Asli