Kota Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19, Ini Penjelasannya!

Keepo.me Diupdate 06.19, 03/06 • Dipublikasikan 04.25, 03/06 • Titis Haryo

Zona hitam disebut sebagai zona yang lebih buruk dari zona merah.

Beberapa waktu terakhir kondisi darurat Covid-19 di Jawa Timur terus memburuk. Bahkan, terakhir Kota Surabaya disebut menjadi zona hitam karena peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, sampai hari Selasa (2/62020) tercatat ada 2.748 kasus positif corona.

news.detik.com
news.detik.com

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (2/6), Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyudi pun angkat bicara terkait perubahan warna yang terjadi di Kota Surabaya.

Dia menjelaskan, warna hitam yang melekat dalam peta persebaran Covid-19 di Kota Surabaya itu menunjukkan bahwa kota pahlawan itu sudah memiliki angka kasus lebih dari 1.025 pasien.

“Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta persebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam,”

“Hari ini ada tambahan kasus baru cukup banyak. Kasus positif 194 yang baru, kita lihat penambahan kasus terbanyak Surabaya,” jelas Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Semetara itu, beberapa daerah lain seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik diketahui menjadi zona merah Covid-19. Untuk Sidoarjo terdapat 683 kasus positif corona sedangkan Kabupaten Gresik memiliki 183 kasus.

Dalam peta persebaran corona itu sendiri, terlihat jelas hampir seluruh kawasan Jawa Timur berwarna merah. Hal ini lantaran pertambahan kasus masih terus terjadi di berbagai daerah.

www.alinea.id
www.alinea.id

Khofifah angkat bicara

Gubernur Khofifah Indar Parawansa ikut memberikan penjelasan terkait kabar masuknya Kota Surabaya menjadi zona hitam Covid-19.

Dia mengatakan bahwa warna yang seakan-akan hitam itu merupakan warna merah tua akibat banyaknya kasus. Khofifah pun membantah apabila warna yang terlihat itu adalah hitam.

“Ada yang tanya, itu kok ada yang (zona) hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua,”

“Seperti (Kabupaten) Sidoarjo, yang angka kasusnya 500 sekian, merah sekali. Kalau angkanya 2.000 sekian merah tua (seperti Kota Surabaya,” ungkap Khofifah.

Kabar berubahnya Kota Surabaya dari zona merah menjadi zona hitam Covid-19 memang cukup membuat banyak orang khawatir.

Hal ini tidak lepas dari alasan perubahan warna tersebut dikarenakan jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah bahkan sudah mencapai ribuan kasus.

Semoga pemerintah bisa segera menemukan cara yang tepat untuk menekan laju penularan Covid-19 di Surabaya sehingga Indonesia bisa segera bebas corona.

Artikel Asli