Kota Daegu di Korea Selatan bak Kota Hantu Gara-Gara Corona

Liputan6.com Diupdate 05.30, 22/02 • Dipublikasikan 05.30, 22/02 • Dinny Mutiah
Kota Daegu Korea Selatan
Pejalan kaki menggunakan masker di pusat belanja Dongseongro yang berlokasi di tenggara Kota Daegu pada Jumat, 21 Februari 2020. (dok. Foto JUNG YEON-JE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Korea Selatan ibarat mengalami mimpi buruk setelah kasus infeksi virus corona melonjak tiga kali lipat hanya dalam waktu singkat yang berpusat di Daegu. Negeri Ginseng itu per Sabtu (22/2/2020) tercatat menangani 346 kasus dengan dua di antaranya meninggal dunia.

Dikutip dari laman South China Morning Post, kasus kematian terakhir yang dikonfirmasi pada Jumat, 21 Februari 2020, menimpa seorang perempuan berusia 54 tahun. Sebelum meninggal, perempuan tersebut pindah dari Daegu ke Busan untuk perawatan akibat virus corona.

Tiga kasus terbaru melibatkan seorang tentara Angkatan Laut, satu prajurit Angkatan Darat, dan seorang tentara Angkatan Udara. Kasus tersebut merupakan kasus infeksi pertama yang menjangkiti anggota militer Korea Selatan yang disebut kuat.

Ketiga prajurit itu dilaporkan mengunjungi wilayah selatan Daegu. Lokasi itu menjadi tempat kasus meningkat tajam pada minggu ini. Dugaan kuat, sumber infeksi berkaitan dengan sebuah sekte di Gereja Shincheonji lantaran seorang anggota perempuan positif terinfeksi corona.

Dilansir dari Yonhap News Agency, sekte tersebut diketahui memiliki lebih dari 3.000 anggota dengan 409 di antaranya dilaporkan mengidap gejala terinfeksi corona. Sedangkan, 343 orang tidak bisa dijangkau.

Daegu berada sekitar 300 kilometer dari Seoul. Kota terbesar keempat di Korea Selatan itu memiliki populasi 5 juta orang. Akibat penyebaran infeksi yang meluas, otoritas setempat mengambil berbagai langkah pencegahan.

Warga diminta untuk tinggal di rumah selama masa karantina. Warga juga diminta untuk menggunakan masker meski berada di dalam ruangan.

Pemerintah kota juga merekomendasikan lebih dari 1.300 PAUD ditutup sementara. Sedangkan, 252 fasilitas perawatan bagi lansia dimonitor ketat mengingat kondisi kesehatan mereka lebih rentan.

Warga setempat juga semakin khawatir terkait kapasitas fasilitas kesehatan publik di kota tersebut. Pasalnya, beberapa unit darurat telah ditutup dan tenaga kesehatan dikarantina setelah mereka menangani pasien yang belakangan dinyatakan positif corona.

Zona Perawatan Khusus

Kondisi Daegu, Korea Selatan, sepi usai instruksi pemerintah setempat agar warga tak beraktivitas di luar rumah akibat meningkatnya kasus infeksi virus corona. (dok. Foto JUNG YEON-JE / AFP)

Pada Jumat kemarin, Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan Daegu dan Cheongdo yang berada di Provinsi Gyeongsang Utara sebagai zona perawatan khusus. Kebijakan itu menyusul kasus tersebut menjadi wabah massal di dua kota tersebut.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun berjanji bahwa pemerintah akan mengambil langkah kuat dan cepat untuk mencegah penyebaran virus makin meluas. Pihaknya juga menetapkan situasi darurat.

Akibat kebijakan itu, sejumlah titik yang biasanya dipenuhi publik, mendadak sangat sepi. Salah satunya di kawasan belanja Dongseongno. Dikutip dari buku panduan A Real Trip Through Real Daegu, kawasan tersebut merupakan jalan tersibuk di Daegu karena memiliki banyak kafe dan toko menarik.

Setelah kebijakan karantina berlaku, warga yang datang ke sana semuanya memakai masker. Jumlahnya pun bisa dihitung jari. Sementara, toko-toko yang ada mayoritas berhenti beroperasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Asli