Korut Dilanda Kasus Covid-19 dan Banjir, 43 Ribu Relawan Diterjunkan

Jawapos Diupdate 06.58, 11/08 • Dipublikasikan 13.58, 11/08 • Nurul Adriyana Salbiah
Korut Dilanda Kasus Covid-19 dan Banjir, 43 Ribu Relawan Diterjunkan

JawaPos.com – Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengirim lebih dari 43 ribu sukarelawan ke Korea Utara menyusul munculnya 1 kasus virus Korona di negara itu. Kasus tersebut berasal dari seorang penyelundup yang masuk dari Korea Selatan melewati perbatasan kota Kaesong. Tak hanya Covid-19, Korea Utara juga dilanda musibah banjir.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengumumkan keadaan darurat bulan lalu dan memberlakukan penguncian di Kaesong, dekat perbatasan antar-Korea. Langkah ini diambi setelah seorang pria yang membelot ke Selatan pada tahun 2017 kembali ke kota tersebut dengan menunjukkan gejala virus Korona.

Hujan deras dan banjir dalam beberapa hari terakhir juga memicu kekhawatiran tentang kerusakan tanaman pangan dan persediaan makanan di negara yang terisolasi itu. Apalagi sistem kesehatan di negara itu kurang memadai.

“Para sukarelawan membantu warga Korea Utara di sembilan provinsi untuk menghindari virus dan melindungi diri dari banjir dan tanah longsor,” kata Juru Bicara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Antony Balmain seperti dilansir dari AsiaOne, Selasa (11/8).

“Ratusan rumah rusak dan sebagian besar sawah terendam akibat hujan lebat dan banjir bandang,” kata Balmain.

Di Kaesong, yang bergulat dengan lockdown dan banjir, sukarelawan IFRC memberikan bantuan kepada 2.100 keluarga yang paling berisiko. Misalnya termasuk barang-barang bantuan termasuk terpal, peralatan dapur, selimut, perlengkapan kebersihan dan wadah air.

“Keluarga diberikan pertolongan pertama psikologis dan kegiatan penyadaran untuk menjaga kebersihan dan tetap sehat,” tambah Balmain.

Pemerintah setempat juga telah mengirim paket bantuan khusus ke Kaesong. Media pemerintah melaporkan bahwa pasokan biji-bijian dari Pyongyang telah tiba di daerah lain yang dilanda banjir yang dia kunjungi minggu lalu.

Korea Utara belum mengonfirmasi kasus virus Korona pada orang itu tetapi telah memberlakukan tindakan karantina yang ketat. Korea Selatan mengatakan tidak ada bukti pembelot itu terinfeksi.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Artikel Asli