Korban Teror Pelemparan Sperma Terus Berdatangan ke Polres Tasikmalaya

kumparan Dipublikasikan 12.58, 19/11/2019 • Reza Aditya Ramadhan
Korban lain pelaku teror pelemparan sperma di Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

Polisi mengungkap ada 7 perempuan di Tasikmalaya yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Sidik Nugraha (25).

Sidik kini mendekam di Polres Tasikmalaya atas kasus teror pelemparan sperma ke seorang perempuan berinisial LR (43). Dari 7 orang korban itu, hanya satu yang lapor polisi, yaitu LR.

Korban lainnya belum ada yang melapor. Namun, sejak pemberitaan teror pelemparan sperma itu mencuat, satu per satu orang yang mengaku korban berdatangan ke Polres Tasikmalaya.

Mereka yang datang mengaku tak hanya mendapat teror pelemparan sperma, bahkan ada yang mengalami begal payudara dilakukan oleh Sidik. Pantauan kumparan hingga Selasa (19/11) sore, ada 4 orang yang melaporkan pernah dilecehkan secara seksual oleh Sidik.

Pelaku teror sperma (kanan) di Tasikmalaya saat ditangkap. Foto: Dok. Istimewa

Salah satunya adalah BB. Perempuan berusia 18 tahun itu mengaku pernah dilecehkan secara fisik oleh Sidik. Bagian vitalnya diremas Sidik pekan lalu saat sedang melintas di Jalan Mashudi, Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama temanya menggunakan motor.

"Waktu itu di jalan sepi, sekitar jam 19.00 WIB, aku bersama teman, posisinya padahal jalan sepi, tapi pelaku tidak menyalip, kemudian dia mepet dan meraba bagian dada aku," ujar BB di hadapan penyidik Polres Tasikmalaya.

BB pada saat itu tidak berani mengejar pelaku. Musababnya, dia dan temannya yang juga perempuan takut ada hal-hal yang tak diinginkan jika mengejar pelaku. BB pada saat itu pasrah, namun dia mengingat plat nomor motor yang dikendarai Sidik.

Pelaku teror pelemparan sperma di Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto,mengatakan apa yang dilakukan oleh Sidik tak hanya sebatas teror pelemparan sperma. Sidik yang memiliki obsesi dengan perempuan bertubuh sintal itu sering melakukan berbagai macam pelecehan seksual kepada perempuan yang ditemuinya di jalan.

"Betul, suatu waktu korban (BB) dipepet kendaraannya oleh tersangka, kemudian dipegang payudaranya secara spontan. Motifnya untuk mencari kepuasan tersendiri," ujar Anom.

Artikel Asli