Korban Meninggal Covid-19 di Amerika Tembus 100 Ribu Hari Ini

Tempo.co Dipublikasikan 14.04, 28/05 • Zacharias Wuragil
Suasana sekitar Abrams Planetarium di Chicago, Amerika Serikat. Lokasi populer para turis ini lowong di tengah pandemi Covid-19. TEMPO | Indri Maulidar
Jumlah korban meninggal karena Covid-19 itu telah melampaui korban tewas serdadu Amerika dalam bertahun-tahun Perang Vietnam dan Korea dijadikan satu.

TEMPO.CO, Jakarta - Angka kematian karena pandemi Covid-19 di Amerika Serikat telah menembus 100 ribu orang. Per artikel ini dibuat, Kamis malam 28 Mei 2020, jumlah korban meninggal di negara adidaya itu sudah mencapai 102.197 dari total 1,747 juta kasus infeksi berdasarkan peta penularan worldometers.info, atau 100.442 dari 1,699 juta di peta milik Johns Hopkins University.

Jumlah kasus tersebut, baik menurut Worldometers maupun Johns Hopkins University, adalah yang tertinggi di dunia. Secara keseluruhan, per waktu yang sama, pandemi Covid-19 telah menyebabkan 5,821 juta manusia (358 ribu meninggal) di Bumi terinfeksi menurut Worldometers atau 5,717 juta (356 ribu meninggal) di data Johns Hopkins University.

Angka kematian itu menembus 100 ribu pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi waktu Indonesia. Di antara negara bagian di Amerika, New York yang terparah dengan 364.965 kasus infeksi dan 29.370 kematian (berdasarkan data Johns Hopkin University). Di belakangnya adalah New Jersey, Massachusetts, Michigan, Pennsylvania, dan Illinois yang masing-masing melaporkan lebih dari lima ribu kematian.

USA Today menulis jumlah korban meninggal karena Covid-19 itu telah melampaui korban tewas serdadu Amerika dalam bertahun-tahun Perang Vietnam dan Korea dijadikan satu sekaligus. Menurut Washington Post, tak ada negara bagian di Amerika yang tidak memiliki catatan kasus penyakit virus corona 2019 itu. Adapun 'rekor' 100 ribu kematian terjadi kurang dari empat bulan dari kasus pertama terkonfirmasi di negara itu.

"Virus ini sepertinya tak akan pergi," kata Sarah Cobey, ahli epidemiologi dan biologi evolusi di University of Chicago. "Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengannya dengan aman?"

Artikel Asli