Kopi Chuseyo membidik pasar komunitas KPOP

Kontan.co.id Dipublikasikan 03.01, 14/08 • Dina Mirayanti Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan bisnis kopi siap minum dan kedai kopi di tanah air tumbuh dengan pesat. Kebiasaan ngopi sambil kumpul bersama, meningkatnya daya beli kaum menengah dan dominasi anak-anak muda dalam menikmati kopi menjadi faktor pendorong tumbuhnya bisnis ini. 

Beragam tema, dekorasi dan cara meracik kopi ditawarkan sebagai salah satu konsep pemasaran guna menarik pelanggan. Di tengah maraknya kopi bertema cinta, Kopi Chuseyo hadir dengan mengangkat tema bernuansa Korea.

Kopi Chuseyo  fokus membidik komunitas penggemar Music Korea (KPOP) dan pecinta budaya Korea (Korean Wave) yang jumlah cukup besar di Indonesia.

Baca Juga: BTS jadi penyanyi Kpop paling top di bulan Juni

Daniel Hermansyah, Co-Founder Kopi Chuseyo mengatakan, fanbase KPOP dan komunitas pecinta budaya Korea merupakan market yang sangat menjanjikan karena jumlahnya berkembang sangat pesat dan dapat ditemukan di seluruh kota di Indonesia.

"Kegemaran mereka untuk mencoba hal – hal baru bernuansa Korea, memiliki loyalitas tinggi dan serta daya beli yang tinggi, mendorong kami untuk menghadirkan kedai Kopi Chuseyo sebagai tempat nongkrong bareng sesama KPoper dan menyalurkan hobinya," kata Daniel dalam keterangan resminya, Jumat (14/8).

Coffee Shop ini menyajikan beragam minuman dengan resep Korea, baik kopi maupun non-kopi dengan harga mulai Rp 19.000- Rp 29.000.

Daniel bilang, respon pasar terhadap Kopi Chuseyo cukup bagus. Rata-rata penjualan per hari mencapai 100 cup. Bila ada kegiatan dari para Komunitas pecinta Budaya Korea, Jumlah ini bisa meningkat berkali – kali lipat.

Sebelum pandemi Covid-19, sedikitnya ada 1 x acara pertemuan setiap minggunya yang digelar oleh berbagai komunitas KPOP di semua cabang Kopi Chuseyo.

Daniel menambahkan, selama pandemi ini, seluruh cabang mereka tetap buka sehingga penjualanya tetap berjalan. Dengan target marketnya komunitas KPOP membuat Coffee Shop ini tetap bertahan di tengah tekanan pandemi.

Baca Juga: Lagu Blackpink How you like that ini kalahkan BTS di Youtube

Dalam mengembangkan bisnis dan untuk memperluas pasar, Kopi Chuseyo memilih  menawarkan Konsep Kemitraan kepada investor  atau mitra kerja. Paket Investasi yang ditawarkan sebesar  Rp 140 Juta. Itu suda meliputi konsep bisnis dan brand, peralatan berupa seluruh mesin Kopi dan bahan baku, hingga proses perekrutan dan pelatihan barista.

Saat ini, Kopi Chuseyo telah memiliki 14 cabang yang tersebar Jabotabek, Cirebon, Semarang, Jogja, Magelang, Surabaya dan Banjarmasin. Bulan depan direncanakan akan buka di  Samarinda.

"Selanjutnya, kami sedang mempersiapkan  puluhan  calon cabang baru  yang sempat tertunda pembukaannya karena pengaruh pandemi Covid-19. Target kami, hingga akhir tahun ini kami bisa membuka lebih dari 40 cabang," kata Daniel.

Artikel Asli