Kontroversi Video Orangtua Ajak Anak Merokok untuk Cegah Virus Korona

Trending Now! Dipublikasikan 03.15, 30/03
pickpic
pickpic

Sebuah video sekeluarga tengah merokok, termasuk anak-anak, tengah viral di medsos dan sudah ditonton lebih dari satu juta kali. Video tersebut diposting akun @weedsciety 

EMOSI BGT LIATNYA😭 pic.twitter.com/CrmoYWf9Ap

— yal (@weedsciety) March 26, 2020

Terlihat ada dua anak dan dua perempuan dewasa dalam video tersebut. Suara laki-laki dewasa dalam video itu mengatakan, "Demi menghadang virus korona kami sekeluarga merokok… mudah-mudahan dengan izin Allah virus COVID-19 terhadang."

Mayoritas netizen mengecam aksi keluarga ini, terutama karena mengajak anak-anak merokok. Namun ada juga netizen yang berusaha menjelaskan mengapa mereka merokok merek sin itu:

Berkebalikan dengan yang dipercaya keluarga dan beberapa informasi yang beredar di media sosial bahwa rokok bisa bantu mencegah korona, para ahli kesehatan justru menyatakan perokok lebih rentan terkena virus korona baru COBID-19.

Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Feni Fitriani mengatakan perokok sudah mengalami kerentanan di saluran pernafasan sehingga mudah terpapar virus. "Berita itu tidak benar kalau dibilang rokok malah melindungi karena lebih hangat, tanpa COVID-19 saja orang yang merokok sudah mengalami kerentanan di saluran nafas," ujarnya.

Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan ada tiga molekul di permukaan yang dikenali virus corona yakni molekul ACE2, CD209 dan CLEC4M. Merokok dapat mengubah sel paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2 melalui peningkatan ekspresi ACE2 di sel AT2 dan kemudian memfasilitasi masuknya virus korona. "Kalau pelabuhannya banyak, maka yang berlabuh makin banyak. Jadi orang yang merokok memiliki kesempatan besar dimasuki virus karena reseptornya makin banyak," kata Amin. Penjelasan selengkapnya DI SINI

Video ini mendapat perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Halo Sahabat, kasus ini menurut kami adalah bentuk pengasuhan anak yang salah. Setiap kasus yang masuk ke institusi kami akan kami tindak lanjuti dan mengawal kasus tersebut. Jika ada informasi yang anda ketahui tentang video ini jangan ragu laporkan kepada kami. Terima kasih. pic.twitter.com/iYPJpkq6Zz

— Perempuan dan Anak (@kpp_pa) March 28, 2020